Rencana muat yang baik selalu dimulai dari satu pertanyaan sederhana: berapa sebenarnya ruang dan berat yang tersedia? Brosur sering menyebut "kontainer 20 kaki" atau "40 kaki", tetapi angka yang Anda pakai untuk merencanakan muatan adalah ukuran dalam, ukuran bukaan pintu, dan payload dari unit kontainer yang benar-benar akan dimuat.
Ukuran luar, ukuran dalam, dan bukaan pintu
Ukuran luar (eksternal) mengikuti standar ISO 668 dan dipakai untuk urusan kapal, terminal, dan jalan raya. Misalnya, kontainer 40 kaki memiliki panjang luar 12192 mm, sedangkan versi high cube memiliki tinggi luar 2896 mm (9 kaki 6 inci). Untuk muatan, yang penting adalah ukuran dalam, karena dinding, lantai, dan atap mengambil ruang.
Bukaan pintu selalu lebih kecil dari ukuran dalam. Barang yang muat di dalam kontainer belum tentu bisa masuk lewat pintunya. Contoh: tinggi dalam 20GP sekitar 2393 mm, tetapi tinggi pintunya sekitar 2280 mm. Peti setinggi 2350 mm akan muat di dalam, namun tidak bisa didorong masuk dalam posisi tegak.
Angka tipikal dari katalog Stowage.id
| Tipe | Ukuran dalam (P×L×T, mm) | Pintu (L×T, mm) | Kapasitas nominal | Tara | Payload maks. |
|---|---|---|---|---|---|
| 20GP | 5898 × 2352 × 2393 | 2340 × 2280 | ±33,2 m³ | 2230 kg | 28250 kg |
| 40GP | 12032 × 2352 × 2393 | 2340 × 2280 | ±67,7 m³ | 3750 kg | 26730 kg |
| 40HC | 12032 × 2352 × 2698 | 2340 × 2585 | ±76,4 m³ | 3940 kg | 26540 kg |
Ketiganya memakai berat kotor maksimum (max gross) 30480 kg pada katalog ini. Perhatikan bahwa payload 40GP dan 40HC justru lebih kecil daripada 20GP, karena tara kontainer 40 kaki lebih berat sementara batas berat kotornya sama. Ini penting untuk muatan berat, yang akan dibahas di pelajaran berikutnya. Angka lengkap bisa dicek di tabel ukuran kontainer.
CBM nominal vs CBM yang bisa dipakai
Kapasitas nominal adalah hasil kali ukuran dalam: ruang kosong secara geometris. Dalam praktik, ruang yang benar-benar terisi barang lebih kecil karena:
- ukuran karton jarang pas dengan panjang, lebar, dan tinggi kontainer, sehingga ada sisa celah;
- perlu ruang untuk tangan, forklift, dan pengaman (dunnage, strap, kantong udara);
- ada barang yang tidak boleh ditumpuk sampai ke atap;
- palet menambah tinggi dan menyisakan celah di sisi.
Di lapangan, banyak perencana memakai patokan kasar sekitar 25–28 m³ untuk 20GP, 55–58 m³ untuk 40GP, dan 65–68 m³ untuk 40HC. Patokan ini hanya titik awal; hasil sebenarnya bergantung pada ukuran kemasan Anda dan harus dihitung, bukan ditebak.
Mengapa pelat CSC dan marka di pintu yang menentukan
Angka di katalog adalah angka tipikal. Setiap unit kontainer bisa berbeda tergantung pabrikan, tahun pembuatan, dan seri. Kontainer yang dipakai dalam pelayaran internasional wajib memiliki pelat persetujuan keselamatan CSC (Convention for Safe Containers dari IMO). Pelat ini mencantumkan antara lain berat kotor operasional maksimum dan beban tumpuk yang diizinkan. Di pintu kontainer biasanya juga tercetak tara, berat kotor maksimum, payload (net), dan kapasitas kubik.
Karena itu:
- Gunakan katalog untuk perencanaan awal dan pemesanan tipe kontainer.
- Saat kontainer tiba di gudang, cocokkan tara dan berat kotor maksimum di pelat CSC dan marka pintu.
- Jika angkanya berbeda, angka pada kontainer fisik yang berlaku. Perbarui rencana Anda.
Ingat juga bahwa batas berat di jalan raya, jembatan, atau peralatan angkat di gudang bisa lebih rendah daripada kemampuan kontainer. Kontainer boleh membawa 28 ton belum berarti truk Anda boleh melintas dengan berat itu.
Ringkasnya: rencanakan dengan ukuran dalam, periksa bukaan pintu untuk barang tinggi, dan konfirmasi berat pada pelat CSC unit yang sebenarnya.