LCL (muatan gabungan)
LCL adalah pengiriman muatan yang tidak memenuhi satu kontainer, sehingga digabung dengan muatan pengirim lain di container freight station (CFS) oleh forwarder atau NVOCC. Tarif dihitung per W/M, yaitu nilai terbesar antara meter kubik dan ton (1 m³ setara 1.000 kg), sering dengan minimum 1 m³. LCL hemat untuk volume kecil, tetapi waktunya lebih lama dan penanganannya lebih banyak, jadi kemasan dan shipping mark harus kuat dan jelas.
Istilah terkait
- FCL (Full Container Load)
FCL berarti satu kontainer penuh disewa oleh satu pengirim, berapa pun volume muatannya.
- Container Freight Station (CFS)
Container freight station adalah gudang tempat muatan LCL dari banyak pengirim dikonsolidasikan ke dalam satu kontainer, atau dibongkar dan dipisahkan lagi di tujuan.
- CBM (meter kubik)
CBM atau meter kubik adalah satuan volume muatan: panjang × lebar × tinggi dalam meter, dikali jumlah koli.
- NVOCC (pengangkut tanpa kapal)
NVOCC adalah pengangkut yang tidak mengoperasikan kapal sendiri, tetapi membeli ruang dari pelayaran lalu menjualnya kembali kepada pengirim dengan house B/L atas namanya.
Dibahas di panduan
Perbedaan LCL dan FCL: Biaya, Waktu, Risiko, dan Titik Impas
Penjelasan LCL dan FCL, cara tarif W/M bekerja, peran CFS, komponen biaya, contoh titik impas dengan tarif hipotetis, dan kapan memilih masing-masing.
5 menit baca Ekspor-imporCara Ekspor untuk UMKM: Langkah demi Langkah dari NIB sampai Kapal Berangkat
Langkah ekspor untuk UMKM Indonesia, mulai NIB di OSS, kode HS, Incoterms, harga FOB, kemasan, forwarder, PEB, hingga risiko pembayaran dan pengiriman kecil.
5 menit baca