Setiap kontrak jual beli internasional harus menjawab tiga pertanyaan praktis: di mana barang diserahkan, kapan risiko kehilangan atau kerusakan berpindah dari penjual ke pembeli, dan siapa yang menanggung biaya apa. Incoterms® adalah aturan baku dari International Chamber of Commerce (ICC) yang menjawab ketiga pertanyaan itu dengan singkatan tiga huruf yang dipahami di seluruh dunia. Versi yang berlaku saat ini adalah Incoterms® 2020, yang mulai berlaku 1 Januari 2020.
Apa yang diatur Incoterms
Setiap aturan Incoterms membagi kewajiban penjual dan pembeli dalam beberapa hal pokok:
- Penyerahan (delivery): titik atau tempat barang dianggap sudah diserahkan oleh penjual.
- Risiko: kapan risiko kehilangan atau kerusakan barang berpindah ke pembeli.
- Biaya: siapa membayar angkutan, pemuatan, bongkar, asuransi (bila diwajibkan), dan biaya lainnya.
- Formalitas: siapa mengurus izin dan kepabeanan ekspor maupun impor, serta dokumen apa yang harus diberikan.
Apa yang TIDAK diatur
Ini sering disalahpahami. Incoterms bukan kontrak jual beli yang lengkap. Incoterms tidak mengatur:
- perpindahan hak milik (title) atas barang;
- harga dan cara pembayaran;
- akibat wanprestasi, ganti rugi, atau pembebasan karena keadaan kahar;
- hukum yang berlaku dan cara penyelesaian sengketa.
Semua hal itu harus ditulis sendiri di kontrak penjualan. Incoterms juga tidak menggantikan kontrak pengangkutan antara pengirim dan perusahaan pelayaran.
Sebelas aturan dalam dua kelompok
Incoterms® 2020 berisi 11 aturan yang dibagi menurut moda angkut.
| Kelompok | Aturan |
|---|---|
| Untuk semua moda (termasuk multimoda) | EXW, FCA, CPT, CIP, DAP, DPU, DDP |
| Hanya untuk angkutan laut dan perairan darat | FAS, FOB, CFR, CIF |
Aturan kelompok pertama boleh dipakai untuk truk, kereta, pesawat, kapal, atau kombinasinya. Aturan kelompok kedua hanya cocok bila barang benar-benar diserahkan di pelabuhan, di sisi kapal atau di atas kapal.
Salah satu perubahan penting di versi 2020: aturan DAT (Delivered at Terminal) dari Incoterms 2010 diganti menjadi DPU (Delivered at Place Unloaded). Nama baru menegaskan bahwa tempat tujuan tidak harus berupa terminal, asalkan barang dibongkar di sana oleh penjual.
Cara menulis aturan dengan benar
Aturan yang ditulis setengah-setengah membuka peluang sengketa. Pola yang dianjurkan ICC adalah: aturan + tempat yang disebut + versi. Contoh:
- FOB Tanjung Priok Incoterms® 2020
- FCA Gudang PT Contoh Ekspor, Jl. Contoh No. 1, Cikarang, Incoterms® 2020 (contoh hipotetis)
- CIF Rotterdam Incoterms® 2020
Sebutkan tempat sespesifik mungkin, misalnya nama terminal atau alamat gudang, karena titik itulah yang menentukan kapan risiko berpindah. Mencantumkan versi juga penting, sebab pihak-pihak tetap boleh memakai versi lama seperti Incoterms 2010 bila disepakati.
Kesalahan umum: menulis "FOB Indonesia" atau "harga CIF" tanpa pelabuhan. Tempat yang tidak jelas membuat pembagian biaya dan risiko ikut kabur.
Membaca huruf pertama
Huruf pertama memberi gambaran cepat. Aturan E (EXW) berarti barang disiapkan di tempat penjual. Aturan F (FCA, FAS, FOB) berarti penjual menyerahkan barang kepada pengangkut yang dipilih pembeli, dan ongkos angkut utama dibayar pembeli. Aturan C (CPT, CIP, CFR, CIF) berarti penjual membayar angkutan utama, tetapi risiko sudah berpindah di tempat pengiriman, biasanya di negara asal. Aturan D (DAP, DPU, DDP) berarti penjual menanggung risiko sampai tempat tujuan.
Teks resmi Incoterms® 2020 diterbitkan dan dijual oleh ICC; rujuk publikasi resmi ICC untuk kata-kata aturan yang sebenarnya. Untuk ringkasan cepat, buka Panduan Incoterms 2020. Pelajaran berikutnya membahas empat aturan laut satu per satu.