Segregasi Barang Berbahaya
Segregasi adalah pemisahan barang berbahaya yang dapat bereaksi berbahaya bila bocor atau terbakar bersamaan. IMDG Code memakai tabel segregasi dengan tingkat seperti away from, separated from, separated by a complete compartment or hold from, dan separated longitudinally by an intervening complete compartment or hold from. Aturan ini berlaku di dalam kontainer yang sama maupun antarposisi kontainer di kapal. Planner memeriksanya saat menyusun stowage plan, sedangkan shipper wajib menghindari kombinasi terlarang ketika mengisi kontainer.
Istilah terkait
- IMDG Code (kode barang berbahaya di laut)
IMDG Code adalah aturan IMO untuk pengangkutan barang berbahaya melalui laut, mencakup klasifikasi dalam 9 kelas, nomor UN, packing group I sampai III, kemasan, label, placard, do…
- Nomor UN (nomor identifikasi barang berbahaya)
Nomor UN adalah nomor empat digit dari Rekomendasi PBB untuk mengidentifikasi zat atau barang berbahaya, misalnya UN 1203 untuk bensin, UN 1263 untuk cat, dan UN 3480 untuk batera…
- Stowage Plan (rencana pemuatan kapal)
Stowage plan adalah rencana posisi setiap kontainer atau muatan di atas kapal, disusun oleh planner pelayaran dan terminal sebelum kapal sandar.
- Stuffing (pemuatan barang ke kontainer)
Stuffing adalah kegiatan memuat barang ke dalam kontainer, baik di gudang pengirim untuk FCL maupun di CFS untuk LCL.
Dibahas di panduan
Stowage Barang Berbahaya di Kapal: Kelas, Segregasi, Kategori Stowage, dan DG Manifest
Konsep penempatan barang berbahaya (DG) di stowage plan kapal, mulai kelas IMDG, segregasi, kategori stowage, dek atau palka, sumber panas, hingga DG manifest.
5 menit baca Profesional maritimDasar IMDG Code: Kelas Barang Berbahaya, Nomor UN, Label, dan Dokumen
Pengantar IMDG Code untuk pengiriman barang berbahaya lewat laut, mulai 9 kelas, nomor UN, packing group, label, placard, dokumen DG, segregasi, hingga baterai litium.
5 menit baca