Langsung ke konten

Truk & darat

Kalkulator Beban Sumbu (As) Truk

Hitung beban sumbu depan dan belakang truk dari posisi muatan di bak, serta rentang titik berat yang aman.

Angka katalog bersifat tipikal. Sesuaikan dengan buku KIR dan data pabrikan.

Ukuran kendaraan

mm

Untuk sumbu tandem: ke titik tengah kelompok sumbu belakang.

mm
mm

Berat dan batas

kg
kg
kg
kg
kg

Muatan di bak

Hasil diperbarui otomatis saat Anda mengetik.
  1. Barang 1
    kg
    mm
    mm

Hasil

✓

2.596 kg depan · 5.654 kg belakang

Total 8.250 kg · sumbu depan 31,5% dari total

Total muatan5.000 kg
Titik berat muatan2.150 mmdari depan bak
Rentang titik berat aman1.679 mm – 2.382 mmdari depan bak
Sumbu depan2.596 / 3.300 kg
Sumbu belakang5.654 / 6.000 kg
Berat total vs JBB8.250 / 8.250 kg
Buka di 3D Planner

Lihat susunan muatan nyata dalam 3D, gratis tanpa daftar.

Tampak samping: posisi muatan, sumbu, dan titik berat

Jarak sumbu (wheelbase) 3.350 mm
5.0002.596 kg5.654 kg
Titik berat muatanRentang aman
Semua sumbu dan JBB dalam batas.

Batas MST di jalan tergantung kelas jalan; periksa ketentuan resmi untuk rute Anda.

Tentang kalkulator ini

Truk yang total beratnya masih di bawah JBB (jumlah berat yang diperbolehkan) bisa tetap kelebihan beban di salah satu sumbu bila muatan diletakkan terlalu ke belakang atau terlalu ke depan. Sumbu belakang yang kelebihan beban mempercepat kerusakan ban, pegas, dan jalan, sedangkan sumbu depan yang terlalu ringan membuat kemudi dan pengereman tidak stabil. Masalah ini sering muncul saat muatan berat seperti mesin, gulungan, atau palet padat hanya ditaruh di ujung bak dekat pintu.

Kalkulator ini memakai model balok di atas dua tumpuan. Muatan seberat W dengan titik berat sejauh x di belakang sumbu depan memberi beban W × x ÷ jarak sumbu (wheelbase) pada sumbu belakang, dan sisanya pada sumbu depan. Untuk sumbu tandem, sumbu belakang dihitung di titik tengah kelompoknya. Berat kosong kendaraan per sumbu ditambahkan, lalu hasilnya dibandingkan dengan kapasitas tiap sumbu dan JBB. Kalkulator juga menampilkan rentang posisi titik berat muatan, diukur dari depan bak, agar tidak ada sumbu yang kelebihan beban, dan memberi peringatan bila sumbu depan menanggung kurang dari 20% berat total (patokan praktis).

Angka default untuk CDD, Fuso, tronton, dan jenis lain berasal dari katalog dan hanya bersifat tipikal. Gunakan angka dari buku KIR dan data pabrikan kendaraan Anda: jarak sumbu, berat kosong per sumbu, kemampuan sumbu, dan JBB. Batas muatan sumbu terberat (MST) di jalan tergantung kelas jalan, jadi periksa ketentuan resmi yang berlaku untuk rute Anda.

Contoh perhitungan

Truk CDD box (jarak sumbu 3.350 mm, bak mulai 700 mm di belakang sumbu depan, panjang bak 4.300 mm, berat kosong 1.850 kg depan + 1.400 kg belakang) membawa 5 t yang tersebar merata di seluruh bak.

  • Titik berat: 700 + 4.300 ÷ 2 = 2.850 mm di belakang sumbu depan (2.150 mm dari depan bak)
  • Sumbu belakang: 5.000 × 2.850 ÷ 3.350 ≈ 4.253,7 + 1.400 = 5.654 kg (kapasitas 6.000)
  • Sumbu depan: 746,3 + 1.850 = 2.596 kg (kapasitas 3.300); total 8.250 kg = JBB
  • Rentang titik berat aman untuk 5 t: 1.678,5–2.382 mm dari depan bak
  • Bila 5 t yang sama hanya di meter terakhir bak: sumbu belakang 8.116 kg (lewat batas) dan sumbu depan tinggal 134 kg

Muatan yang tersebar rata aman; muatan yang sama di ujung belakang membebani sumbu belakang berlebihan dan membuat kemudi berbahaya.

Cara menggunakan

  1. Pilih jenis truk

    Pilih truk dari katalog, lalu sesuaikan jarak sumbu, jarak sumbu depan ke bak, berat kosong per sumbu, kapasitas sumbu, dan JBB dari buku KIR.

  2. Tempatkan muatan

    Untuk tiap barang, isi berat, posisi awal dari depan bak, dan panjang yang ditempati. Tambah baris untuk barang lain.

  3. Baca beban sumbu

    Lihat beban sumbu depan dan belakang, berat total, porsi sumbu depan, serta peringatan bila ada sumbu atau JBB yang terlampaui.

  4. Geser bila perlu

    Gunakan rentang titik berat yang aman untuk memindahkan muatan, lalu lanjutkan ke 3D Planner atau cek ODOL sebelum berangkat.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara menghitung beban sumbu truk?
Beban sumbu belakang dari muatan = berat muatan × jarak titik beratnya dari sumbu depan ÷ jarak sumbu; sisanya ke sumbu depan. Tambahkan berat kosong kendaraan di masing-masing sumbu.
Apa beda JBB dan beban sumbu?
JBB adalah batas berat total kendaraan beserta muatan sesuai buku KIR, sedangkan beban sumbu adalah berat yang ditanggung tiap sumbu. Truk bisa lolos JBB tetapi tetap kelebihan beban di sumbu belakang.
Apa itu MST?
MST (muatan sumbu terberat) adalah batas beban sumbu yang diizinkan untuk suatu kelas jalan. Nilainya berbeda per kelas jalan, jadi periksa ketentuan resmi dan rambu di rute Anda.
Kenapa sumbu depan tidak boleh terlalu ringan?
Roda depan mengendalikan kemudi dan ikut mengerem. Bila porsinya terlalu kecil, misalnya di bawah sekitar 20% berat total, truk bisa sulit dikendalikan, sehingga muatan perlu digeser ke depan.
Di mana sebaiknya muatan berat diletakkan di bak truk?
Di dalam rentang titik berat yang ditampilkan kalkulator, umumnya sedikit di depan sumbu belakang. Contoh CDD box dengan muatan 5 t: titik berat muatan sebaiknya berada 1.678,5 hingga 2.382 mm dari depan bak.

Panduan terkait

3D Cargo Planner

Susun karton, palet, dan barang tidak beraturan di kontainer atau truk, lalu unduh langkah muat.