Landing Craft Tank (LCT) adalah kapal berdasar rata dengan dek terbuka dan rampa di haluan. LCT bisa mendarat langsung di pantai, slipway, atau dermaga sederhana, lalu menurunkan rampa sehingga kendaraan dan alat berat keluar sendiri. Di Indonesia, kemampuan ini membuat LCT menjadi pilihan utama untuk lokasi tambang, pulau kecil, dan proyek tanpa pelabuhan besar.

Karena muatan bergerak masuk dan keluar dengan rodanya sendiri, perencanaan LCT berbeda dari kapal kargo biasa. Urutan, beban sumbu, kondisi rampa, dan trim saat beaching menjadi kunci.

Penggunaan LCT di Indonesia

Penggunaan Muatan khas Perhatian utama
Mobilisasi tambang (nikel, batu bara) Ekskavator, dump truck, dozer, genset Beban sumbu dan track, lashing, rampa di pantai tambang
Logistik antarpulau Truk berisi barang, material bangunan, sembako Urutan bongkar, tinggi kendaraan, cuaca
Proyek konstruksi dan infrastruktur Crane, tiang pancang, beton precast Muatan panjang, beban titik, CoG
Bahan bakar ke lokasi terpencil Truk tangki, tangki ISO, drum Ketentuan barang berbahaya, ventilasi, jarak dari sumber panas

Ukuran LCT sangat beragam, dari puluhan meter untuk penyeberangan pendek hingga kapal yang membawa ratusan ton alat berat. Angka di panduan ini ilustratif; selalu gunakan buku stabilitas dan dokumen kapal.

Rampa haluan dan beban rampa

Rampa adalah titik terlemah dalam rantai bongkar muat. Perhatikan:

  • Batas beban rampa. Biasanya dinyatakan sebagai berat kendaraan maksimum dan beban sumbu maksimum. Hanya satu kendaraan berat di rampa pada satu waktu.
  • Sudut rampa. Sudut bergantung pada pasang surut, kemiringan pantai, dan sarat haluan. Rampa yang terlalu curam menyulitkan traksi, membuat kendaraan rendah tersangkut, dan menambah risiko tergelincir.
  • Tumpuan ujung rampa. Ujung rampa harus bertumpu di tanah yang padat. Di pasir lunak, rampa bisa amblas; gunakan pelat baja atau matras kayu.
  • Engsel dan sling rampa. Periksa sebelum setiap operasi berat.

Urutan muat: terakhir masuk, pertama keluar

LCT umumnya hanya punya satu jalan masuk dan keluar, yaitu rampa haluan. Unit yang pertama masuk akan berada paling belakang dan keluar paling akhir. Karena itu:

  1. Tentukan urutan bongkar di tujuan, termasuk bila ada lebih dari satu titik bongkar.
  2. Muat unit yang dibongkar terakhir lebih dulu, di bagian buritan dek.
  3. Tempatkan unit terberat dekat tengah kapal atau LCF agar trim terkendali.
  4. Muat kendaraan mundur bila memungkinkan, sehingga keluar maju di tujuan.
  5. Sisakan jalur untuk awak kapal dan untuk memasang lashing.

Beban sumbu dan tekanan di dek

Dek LCT dinilai untuk beban merata (t/m²) dan untuk beban roda atau beban sumbu kendaraan. Keduanya berbeda. Tekanan kontak ban jauh lebih tinggi daripada angka beban merata dek, sehingga pelat dek dirancang terpisah untuk beban roda. Batas yang berlaku ada di dokumen kapal.

Contoh ilustratif:

  • Ekskavator 22 t. Dua track, masing-masing kontak ± 3,6 × 0,6 m, total 4,32 m². Tekanan rata-rata 22 / 4,32 ≈ 5,1 t/m², tetapi tidak merata karena beban terpusat di bawah roller. Dua matras kayu 4,8 × 1,5 m (total 14,4 m²) menurunkannya ke sekitar 1,5 t/m².
  • Dump truck kosong 14 t. Sumbu depan ± 5 t, dua sumbu belakang ± 4,5 t masing-masing. Bandingkan setiap sumbu dengan batas beban sumbu dek dan rampa.

Pembagian beban sumbu bisa dihitung dengan kalkulator beban sumbu, dan tekanan dek dengan kalkulator beban dek.

Contoh hitung: sarat dan trim

LCT fiktif ilustratif: panjang 60 m, sarat awal 1,50 m rata (even keel) tanpa muatan, TPC 8,0 t/cm, MTC 40 t·m/cm, LCF 28 m di depan garis tegak belakang (AP). Posisi muatan diukur dari AP.

Muatan Berat (t) LCG dari AP (m) Momen (t·m)
2 dump truck kosong (masuk pertama) 28 16 448
2 ekskavator 44 28 1.232
Wheel loader 18 40 720
Kontainer 20' berisi suku cadang (masuk terakhir) 20 47 940
Total 110 30,36 3.340
  • Sinkage: 110 / 8,0 ≈ 13,8 cm.
  • Momen trim terhadap LCF: 110 × (30,36 − 28) ≈ 260 t·m, ke arah haluan.
  • Perubahan trim: 260 / 40 = 6,5 cm ke haluan (trim by head).
  • Pembagian: belakang −6,5 × 28/60 ≈ −3,0 cm; depan +6,5 × 32/60 ≈ +3,5 cm.
  • Sarat akhir: belakang 1,50 + 0,138 − 0,030 ≈ 1,61 m; depan 1,50 + 0,138 + 0,035 ≈ 1,67 m.

Untuk kembali ke even keel, ballast di tangki belakang dengan LCG 5 m dari AP (lengan 23 m di belakang LCF) perlu sekitar 260 / 23 ≈ 11 t, yang menambah sarat sekitar 1,4 cm. Trim akhir yang diinginkan untuk beaching mengikuti instruksi kapal. Banyak LCT mendekati pantai dengan sedikit trim ke buritan agar sarat depan lebih kecil dan baling-baling tetap di air yang lebih dalam. Konsep sinkage dan trim dibahas di panduan trim dan draft kapal; hitungan cepat tersedia di kalkulator draft dan trim.

Trim dan stabilitas saat beaching

Saat haluan kandas di pantai, tanah menahan sebagian berat kapal. Akibatnya:

  • Stabilitas efektif berkurang. Gaya tumpu di haluan bekerja seperti pengurangan GM, dan makin besar saat air surut. Hindari memindahkan muatan berat melintang selama kandas.
  • Gaya tumpu berubah saat bongkar. Saat unit berat bergerak ke depan menuju rampa, beban di haluan naik. Setelah unit keluar, kapal menjadi lebih ringan dan bisa terangkat saat pasang.
  • Jendela pasang surut. Rencanakan beaching dan keberangkatan agar kapal tidak tertinggal kandas terlalu lama dan rampa tidak terlalu curam.

Lashing kendaraan dan alat berat

Pengikatan muatan beroda mengacu pada CSS Code, yang memiliki lampiran khusus untuk muatan beroda (rolling cargo), serta pada Cargo Securing Manual kapal. Langkah umum:

  • Pasang rem parkir, masukkan gigi, dan ganjal roda atau track.
  • Turunkan bucket, blade, atau boom ke dek di atas balok kayu; kunci swing ekskavator.
  • Pasang rantai dan pengencang dari titik ikat kendaraan ke titik ikat dek, berpasangan ke arah depan, belakang, dan samping.
  • Jangan mengikat ke bagian yang tidak dirancang sebagai titik ikat, seperti as roda atau selang hidrolik.
  • Periksa ulang ketegangan rantai setelah beberapa jam berlayar dan setelah cuaca buruk.

Jumlah lashing dihitung dari berat unit, kekuatan kerja rantai, dan kriteria percepatan; perkiraannya bisa dicoba di kalkulator lashing. Panduan muatan khusus ada di halaman ekskavator dan kendaraan.

Merencanakan LCT dengan STOWAGE.ID

STOWAGE.ID Vessel Stowage membantu menyusun rencana stowage LCT: urutan muat, beban sumbu per posisi, sarat, dan trim untuk setiap tahap. STOWAGE.ID adalah alat perencanaan dan pendukung keputusan di darat; buku stabilitas kapal yang disetujui dan keputusan nakhoda tetap menjadi acuan resmi.