Langsung ke konten

Maritim

Kalkulator Stowage Factor (m³/t & ft³/LT)

Hitung stowage factor, ruang palka yang dibutuhkan dengan broken stowage, dan apakah kapal penuh karena volume atau berat.

Stowage factor

Hasil diperbarui otomatis saat Anda mengetik.
Cara mengisi SF
m³/t
%

Ruang hilang karena celah antar koli, gading kapal, dan dunnage.

Muatan

t

Palka dan kapal

m³
t

Ruang dibutuhkan

1.666,67 m³

SF 1,5 m³/t = 53,82 ft³/LT

m³/t1,5
ft³/LT53,82
Maks. menurut volume12.000 t
Muatan maksimum12.000 t
PembatasVolume penuh dulu (cubes out)
Pemakaian palka100%
Pemakaian DWT80%
Muatan ringan (measurement cargo): palka penuh sebelum DWT terpakai. Sisa DWT: 3.000 t.

SF tipikal (hanya orientasi)

Klik untuk memakai nilai tengah
KomoditasRentang m³/tft³/LTPakai
Bijih besi0,33 – 0,511,8 – 17,9
Semen dalam kantong0,85 – 130,5 – 35,9
Batu bara1,1 – 1,439,5 – 50,2
Gandum curah1,2 – 1,3543,1 – 48,4
Beras dalam karung1,4 – 1,5550,2 – 55,6
Minyak sawit (CPO)1,08 – 1,1238,8 – 40,2

SF nyata tergantung kemasan, kadar air, dan cara muat. Selalu gunakan angka dari shipper atau data muatan resmi.

Tentang kalkulator ini

Stowage factor (SF) adalah ruang yang dibutuhkan satu ton muatan di palka kapal, dinyatakan dalam m³ per ton metrik atau ft³ per long ton. Muatan padat seperti bijih besi memiliki SF rendah, sedangkan muatan ringan seperti beras dalam karung atau kargo kemasan memiliki SF tinggi. Bagi pencharter, broker, dan perencana muatan kapal curah atau kapal kargo umum, termasuk pengiriman batu bara, semen, beras, dan pupuk antarpulau di Indonesia, SF menentukan berapa ton yang benar-benar bisa diangkut dalam satu pelayaran.

Ruang di palka jarang terisi sempurna. Celah di antara karung atau peti, gading kapal, dunnage, dan bentuk palka membuat sebagian ruang hilang; bagian ini disebut broken stowage (BS). Kalkulator menghitung ruang yang dibutuhkan dengan rumus ton × SF ÷ (1 − BS). Bila Anda mengisi kapasitas palka (bale untuk kargo kemasan, grain untuk curah) dan deadweight yang tersedia untuk muatan, kalkulator membandingkan muatan maksimum menurut volume dengan menurut berat. Muatan yang lebih dulu memenuhi ruang disebut measurement cargo (kapal "cubes out"), sedangkan muatan yang lebih dulu mencapai batas berat disebut deadweight cargo.

SF juga bisa dihitung dari volume dan berat satu kemasan, dan hasilnya dikonversi otomatis ke ft³/LT (1 m³/t ≈ 35,88 ft³/LT). Tabel SF tipikal untuk beberapa komoditas disediakan sebagai orientasi, tetapi SF sebenarnya tergantung kemasan, kadar air, dan cara pemuatan; selalu gunakan angka dari shipper atau data muatan resmi.

Contoh perhitungan

Muatan 1.000 t dengan SF 1,5 m³/t dan broken stowage 10%, lalu dicek pada kapal dengan palka 20.000 m³ dan deadweight untuk muatan 15.000 t.

  • Ruang yang dibutuhkan: 1.000 × 1,5 ÷ (1 − 0,10) ≈ 1.666,7 m³
  • Konversi: 1,5 m³/t × 35,88 ≈ 53,82 ft³/LT
  • Muatan maksimum menurut volume: 20.000 × 0,9 ÷ 1,5 = 12.000 t, lebih kecil dari DWT 15.000 t
  • Sebagai pembanding, bijih dengan SF 0,45 bisa 40.000 t menurut volume, jadi dibatasi berat

Pada SF 1,5 kapal ini penuh karena volume (cubes out) di 12.000 t, sebelum batas deadweight tercapai.

Cara menggunakan

  1. Masukkan stowage factor

    Isi SF langsung dalam m³/t, pilih dari tabel komoditas tipikal, atau hitung dari volume dan berat satu kemasan.

  2. Tentukan broken stowage

    Isi persentase ruang yang hilang karena celah, gading, dan dunnage, sesuai jenis muatan dan pengalaman Anda.

  3. Isi muatan dan kapal

    Isi tonase muatan untuk menghitung ruang yang dibutuhkan, serta kapasitas palka dan deadweight untuk muatan bila ingin tahu batasnya.

  4. Baca hasil

    Lihat SF dalam m³/t dan ft³/LT, ruang yang dibutuhkan, muatan maksimum, dan apakah volume atau berat yang membatasi; salin link untuk dibagikan.

Pertanyaan umum

Apa itu stowage factor?
Stowage factor adalah volume yang ditempati satu ton muatan di palka, misalnya 1,5 m³/t. Makin tinggi SF, makin ringan muatan untuk ruang yang dipakainya.
Bagaimana mengubah m³/t ke ft³/LT?
Kalikan dengan sekitar 35,88, karena 1 m³ = 35,3147 ft³ dan 1 long ton = 1.016,05 kg. Contoh: 1,5 m³/t ≈ 53,82 ft³/LT.
Apa itu broken stowage?
Broken stowage adalah bagian ruang palka yang tidak terisi muatan karena celah antar kemasan, gading, dunnage, dan bentuk palka. Untuk curah yang diratakan biasanya kecil; untuk kargo kemasan atau berbentuk tidak beraturan jauh lebih besar.
Kapan kapal dibatasi volume dan kapan dibatasi berat?
Bandingkan muatan maksimum menurut volume, yaitu kapasitas palka × (1 − BS) ÷ SF, dengan deadweight untuk muatan. Bila yang pertama lebih kecil, kapal penuh karena volume (measurement cargo); bila lebih besar, kapal penuh karena berat (deadweight cargo).
Berapa stowage factor batu bara dan beras?
Sebagai orientasi, batu bara tipikal sekitar 1,1–1,4 m³/t dan beras dalam karung sekitar 1,4–1,55 m³/t. Angka sebenarnya tergantung jenis, kadar air, dan kemasan, jadi gunakan data dari shipper.

Panduan terkait

3D Cargo Planner

Susun karton, palet, dan barang tidak beraturan di kontainer atau truk, lalu unduh langkah muat.