Langsung ke konten

Stowage kapal

Penjelasan Kelas & Segregasi Barang Berbahaya (DG) di Kapal

Pahami sembilan kelas DG dan empat tingkat segregasi di kapal — dari "away from" sampai pemisahan memanjang satu palka — lewat diagram interaktif.

Empat tingkat segregasi

Tingkat 2 · Separated from

Dipisahkan

Di bawah geladak, kedua muatan harus berada di kompartemen atau palka yang berbeda; dek kedap api dan air di antaranya dianggap sebagai pemisah.

Di bawah geladak

Palka/kompartemen berbeda (boleh bersebelahan, dipisah sekat atau geladak).

Di atas geladak

Di geladak cukup dengan jarak horizontal yang lebih besar (untuk muatan konvensional disebut sekitar 6 m).

Diagram skematik

Palka 1Palka 2Palka 3Palka 4Palka 5AB

palka bersebelahan — Palka/kompartemen berbeda (boleh bersebelahan, dipisah sekat atau geladak).

Kelas DG dan pertimbangan utamanya

Kelas 1

Bahan peledak

Paling ketat terhadap hampir semua kelas lain; antar sesama kelas 1 berlaku aturan compatibility group sendiri.

Kelas 2

Gas

Bahaya tekanan dan kebakaran (2.1) atau keracunan (2.3); jauhkan dari sumber panas dan dari oksidator untuk gas mudah terbakar.

Kelas 3

Cairan mudah menyala

Uap dapat menyala: pisahkan dari oksidator (5.1), peroksida organik (5.2), dan bahan peledak.

Kelas 4

Padatan mudah menyala, swabakar, reaktif air

4.3 menghasilkan gas mudah menyala bila basah: jauhkan dari air dan cairan; 4.2 bisa memanas sendiri.

Kelas 5

Oksidator & peroksida organik

Memperkuat kebakaran: jauhkan dari bahan mudah terbakar; banyak peroksida organik perlu kontrol suhu.

Kelas 6

Beracun & infeksius

Prinsip utama: jauhkan dari bahan pangan dan pakan; 6.2 punya persyaratan kemasan khusus.

Kelas 7

Radioaktif

Jarak dari awak, film/foto, dan muatan lain diatur oleh indeks transportasi (TI) dan batas dosis.

Kelas 8

Korosif

Asam dan basa bereaksi satu sama lain; banyak korosif juga bereaksi dengan logam atau air.

Kelas 9

Lain-lain (termasuk baterai litium)

Umumnya tanpa syarat segregasi umum, tetapi entri tertentu (mis. baterai litium) punya ketentuan stowage sendiri.

Langkah memeriksa segregasi DG

  1. Identifikasi setiap barang: UN number, proper shipping name, kelas, subsidiary hazard, packing group (dari dokumen DG dan SDS).

  2. Baca entri Dangerous Goods List edisi IMDG Code yang berlaku: kategori stowage, kode stowage/handling, dan kode segregasi khusus.

  3. Terapkan segregasi umum antar kelas (termasuk subsidiary hazard), lalu ketentuan khusus entri tersebut dan segregation group (mis. asam vs basa).

  4. Terjemahkan tingkat segregasi ke posisi nyata sesuai tipe kapal (kontainer, kargo umum, ro-ro) dan stowage di geladak/di bawah geladak.

  5. Periksa batasan operator dan pelabuhan (larangan kelas tertentu, batas kuantitas, persetujuan khusus) dan Document of Compliance kapal.

Halaman ini sengaja tidak memuat tabel segregasi IMDG atau jarak per tipe kapal (hak cipta IMO). Pemeriksaan segregasi rinci tersedia di Vessel Planner dengan data berlisensi.

Tentang kalkulator ini

Barang berbahaya (dangerous goods, DG) yang tidak cocok satu sama lain tidak boleh disimpan berdekatan: oksidator dapat memperbesar kebakaran cairan mudah menyala, asam bereaksi dengan basa, dan bahan beracun harus jauh dari bahan pangan. Segregasi adalah cara kapal memastikan kebocoran atau kebakaran pada satu muatan tidak memicu bahaya pada muatan lain.

Halaman ini menjelaskan konsepnya dengan bahasa sendiri. Pertama, sembilan kelas DG dan pertimbangan utama tiap kelas saat menentukan posisi. Kedua, empat tingkat segregasi dari yang paling longgar sampai paling ketat: away from (berjauhan, boleh satu palka dengan jarak minimum), separated from (palka atau kompartemen berbeda), separated by a complete compartment or hold from (satu palka utuh di antaranya), dan separated longitudinally by an intervening complete compartment or hold from (palka utuh di antaranya ke arah memanjang). Diagram interaktif menunjukkan arti tiap tingkat di bawah geladak dan di atas geladak.

Ketiga, langkah berpikir planner: identifikasi UN number dan kelas, baca entri Dangerous Goods List, terapkan segregasi umum dan ketentuan khusus, terjemahkan ke posisi nyata sesuai tipe kapal, lalu cek batasan pelayaran dan pelabuhan. Halaman ini sengaja tidak memuat tabel segregasi IMDG atau jarak per tipe kapal — data itu berhak cipta IMO. Pemeriksaan segregasi rinci tersedia di Vessel Planner dengan data berlisensi. Untuk kelas dan label, lihat panduan kelas barang berbahaya.

Contoh perhitungan

Diagram skematik kapal lima palka, muatan A di palka 2 (indeks 1 dari belakang):

  • Away from (tingkat 1): B di palka yang sama dengan jarak horizontal minimum
  • Separated from (tingkat 2): B di palka sebelahnya, dipisah satu sekat
  • Separated by a complete compartment or hold (tingkat 3): satu palka utuh di antara A dan B (vertikal atau horizontal)
  • Separated longitudinally (tingkat 4): satu palka utuh di antaranya ke arah memanjang; pemisahan vertikal saja tidak cukup

Cara menggunakan

  1. Pilih tingkat segregasi

    Klik salah satu dari empat tingkat untuk melihat artinya dan diagram posisi dua muatan A dan B.

  2. Bandingkan geladak dan palka

    Ganti tampilan di bawah geladak dan di atas geladak untuk melihat perbedaan cara memisahkan.

  3. Pelajari kelas

    Baca pertimbangan utama tiap kelas 1–9, lalu buka panduan kelas DG untuk label dan contoh.

  4. Ikuti langkah cek

    Gunakan daftar langkah sebagai checklist sebelum menerima atau menempatkan DG di plan.

Pertanyaan umum

Kenapa tidak ada tabel segregasi di halaman ini?
Teks dan tabel IMDG Code adalah hak cipta IMO. STOWAGE.ID hanya memakai data DG dari sumber berlisensi atau rule set pelanggan di dalam app. Halaman publik ini mengajarkan konsep agar Anda bisa membaca IMDG Code resmi dengan benar.
Apakah subsidiary hazard ikut menentukan segregasi?
Ya. Barang dengan subsidiary hazard harus disegregasi menurut kelas utama dan subsidiary-nya; yang dipakai adalah syarat yang paling ketat. Ditambah lagi ketentuan khusus per entri dan segregation group seperti asam dan basa.
Bagaimana segregasi di kapal kontainer?
Prinsipnya sama, tetapi diterjemahkan ke jarak dalam satuan slot kontainer, bay, dan posisi di palka atau dek, termasuk aturan untuk kontainer tertutup dan terbuka. Rinciannya ada di IMDG Code bagian kapal kontainer.
Siapa yang bertanggung jawab atas segregasi?
Shipper wajib mendeklarasikan DG dengan benar; pelayaran dan planner menentukan posisi sesuai aturan; nakhoda menyetujui DG stowage plan. Kesalahan deklarasi adalah penyebab umum kebakaran kontainer.

Panduan terkait

3D Cargo Planner

Susun karton, palet, dan barang tidak beraturan di kontainer atau truk, lalu unduh langkah muat.

Vessel Planner

Rencanakan seluruh kapal →

Bay plan, denah dek tongkang, stabilitas dan kekuatan memanjang dari data hidrostatik kapal Anda, DG dan VGM dalam satu planner bersama tim.