Pelabuhan kontainer utama Indonesia tersebar mengikuti pusat industri dan konsumsi: Tanjung Priok (Jakarta) dan Tanjung Perak (Surabaya) di Jawa, Belawan dan Kuala Tanjung di Sumatra Utara, Tanjung Emas (Semarang), Makassar sebagai gerbang Indonesia timur, serta pelabuhan baru seperti Patimban. Setiap pelabuhan memiliki kode UN/LOCODE yang dipakai di booking dan B/L. Panduan ini merangkum karakter tiap pelabuhan secara kualitatif, tanpa statistik, dan menjelaskan pola hub-feeder yang menentukan rute kontainer Anda.

Daftar pelabuhan kontainer utama

Pelabuhan Kota/provinsi UN/LOCODE Terminal kontainer yang dikenal
Tanjung Priok Jakarta IDTPP JICT, TPK Koja, NPCT1 (Kalibaru)
Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur IDSUB Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Teluk Lamong
Belawan Medan, Sumatra Utara IDBLW Belawan International Container Terminal (BICT)
Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah IDSRG Terminal Petikemas Semarang (TPKS)
Makassar Makassar, Sulawesi Selatan IDMAK Makassar New Port
Patimban Subang, Jawa Barat cek di alat Pelabuhan baru
Kuala Tanjung Batu Bara, Sumatra Utara cek di alat Terminal multipurpose
Bitung Sulawesi Utara cek di alat Terminal peti kemas Bitung
Batam (Batu Ampar) Kepulauan Riau cek di alat Dikelola BP Batam
Panjang Lampung cek di alat Terminal kontainer Panjang
Pontianak/Kijing Kalimantan Barat cek di alat Kijing (terminal baru)
Balikpapan Kalimantan Timur cek di alat Terminal Kariangau
Banjarmasin Kalimantan Selatan cek di alat Terminal Trisakti

Kode UN/LOCODE untuk pelabuhan yang tidak dicantumkan dapat dicek dengan Cari Pelabuhan atau di halaman pelabuhan. Kedalaman alur, panjang dermaga, dan layanan terminal berubah seiring pengembangan, jadi selalu periksa situs Pelindo atau operator terminal untuk data terkini.

Profil singkat pelabuhan utama

Tanjung Priok (IDTPP)

Gerbang kontainer terpenting Indonesia, melayani kawasan industri Jabodetabek, Karawang, dan sekitarnya. Beberapa terminal beroperasi berdampingan, sehingga Anda perlu tahu terminal mana yang dipakai kapal pesanan Anda karena closing time, lokasi gate, dan depo kosong bisa berbeda. Terminal NPCT1 di Kalibaru merupakan bagian dari pengembangan sisi utara pelabuhan.

Tanjung Perak (IDSUB)

Melayani industri Jawa Timur dan menjadi simpul penting arus domestik ke Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua. Terminal Teluk Lamong dirancang sebagai terminal semi-otomatis untuk melengkapi kapasitas TPS.

Belawan (IDBLW) dan Kuala Tanjung

Belawan adalah pelabuhan utama Sumatra Utara, banyak melayani komoditas perkebunan, karet, dan produk turunan. Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara dikembangkan sebagai pelabuhan dengan akses ke Selat Malaka.

Tanjung Emas (IDSRG) dan Patimban

Tanjung Emas melayani industri Jawa Tengah seperti tekstil, garmen, dan furnitur. Patimban di Subang adalah pelabuhan baru yang ditujukan untuk mengurangi beban Tanjung Priok dan mendekatkan akses bagi kawasan industri di Jawa Barat bagian timur, termasuk otomotif.

Makassar (IDMAK) dan pelabuhan Indonesia timur

Makassar berfungsi sebagai gerbang dan simpul distribusi Indonesia timur, dengan Makassar New Port sebagai pengembangan terbarunya. Bitung di Sulawesi Utara berada dekat jalur pelayaran Pasifik dan melayani komoditas perikanan serta perkebunan.

Kalimantan, Batam, dan Lampung

Balikpapan (Terminal Kariangau), Banjarmasin (Terminal Trisakti), dan Pontianak dengan Terminal Kijing melayani arus domestik dan sebagian internasional di Kalimantan. Batam (Batu Ampar) dikelola BP Batam dan dekat dengan Singapura. Panjang di Lampung menjadi gerbang ekspor komoditas Sumatra bagian selatan.

Pelindo, operator terminal, dan regulator

Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran memisahkan peran regulator dan operator. Di sisi pemerintah ada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dengan otoritas pelabuhan dan syahbandar di tingkat pelabuhan. Di sisi usaha ada badan usaha pelabuhan yang menjalankan dermaga dan terminal.

Pada 1 Oktober 2021, empat BUMN pelabuhan (Pelindo I, II, III, dan IV) digabung menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yang kini dikenal sebagai Pelindo. Layanan peti kemas dijalankan antara lain oleh subholding PT Pelindo Terminal Petikemas, sementara beberapa terminal besar dioperasikan perusahaan lain atau usaha patungan. Bagi pengirim, artinya tarif, sistem gate, aturan penumpukan, dan jadwal closing dapat berbeda antara terminal dalam satu pelabuhan. Pelajari istilah container yard dan dwelling time untuk memahami mengapa waktu kontainer di terminal menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha.

Membaca kode UN/LOCODE

UN/LOCODE terdiri atas lima karakter: dua huruf kode negara ISO (ID untuk Indonesia) dan tiga karakter lokasi. Jadi IDTPP berarti Indonesia, Tanjung Priok, dan IDSUB berarti Indonesia, Surabaya. Kode yang sama dipakai di booking confirmation, shipping instruction, B/L, file BAPLIE untuk stowage plan, dan sistem pelacakan pelayaran. Kesalahan satu huruf dapat mengirim data ke lokasi lain atau membuat booking ditolak sistem. Satu kota bisa memiliki lebih dari satu kode bila ada beberapa pelabuhan atau terminal yang terdaftar terpisah, jadi pastikan kode sesuai pelabuhan yang benar-benar dipakai kapal.

Pola hub dan feeder di Indonesia

Kapal induk (mother vessel) rute jarak jauh biasanya singgah di hub regional besar, sedangkan kapal feeder membawa kontainer dari pelabuhan yang lebih kecil ke hub itu. Bagi Indonesia, banyak rute ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika masih melalui transshipment di hub regional seperti Singapura atau Malaysia, sementara sejumlah layanan intra-Asia dan sebagian rute jarak jauh singgah langsung (direct call) di Tanjung Priok atau Tanjung Perak. Di dalam negeri, Jakarta dan Surabaya berperan sebagai hub domestik untuk kiriman antar-pulau, termasuk program tol laut pemerintah ke wilayah timur.

Contoh perhitungan rute (ilustrasi)

Seorang eksportir di Makassar mengirim 6 kontainer 40 feet dan 4 kontainer 20 feet ke Eropa. Total volume adalah 6 × 2 + 4 × 1 = 16 TEU. Angka hari berikut hipotetis, hanya untuk menunjukkan cara menghitung.

Opsi rute Kaki perjalanan Waktu (hari, ilustrasi)
A: feeder domestik Makassar → Surabaya 3, tunggu 4, Surabaya → hub regional 4, tunggu 3, kapal induk 22 36
B: feeder langsung ke hub Makassar → hub regional 5, tunggu 3, kapal induk 22 30

Setiap titik transshipment menambah waktu tunggu dan risiko kontainer tertinggal kapal (rollover). Bandingkan jadwal nyata dari pelayaran, dan estimasi jarak laut dengan kalkulator jarak pelabuhan.

Kesalahan umum

  • Menulis nama pelabuhan tanpa kode. "Jakarta" bisa ambigu di sistem; gunakan IDTPP di booking dan B/L.
  • Mengabaikan terminal. Satu pelabuhan bisa punya beberapa terminal dengan closing time dan depo berbeda.
  • Mengandalkan data lama. Kedalaman, layanan, dan rute berubah; periksa situs resmi Pelindo dan operator terminal.
  • Menganggap rute direct selalu tersedia. Banyak tujuan tetap melalui transshipment.
  • Memilih pelabuhan hanya dari peta. Pelabuhan terdekat belum tentu punya layanan ke tujuan Anda, depo kosong yang memadai, atau fasilitas reefer; bandingkan juga biaya trucking dan frekuensi kapal.
  • Lupa waktu transshipment domestik. Kiriman dari Indonesia timur sering singgah di Surabaya atau Jakarta lebih dulu, sehingga total waktu tempuh lebih panjang dari perkiraan.

Lanjutkan perencanaan

Pilih pelabuhan muat dengan panduan cara memilih pelabuhan muat, pahami biaya demurrage dan detention, lalu susun muatan kontainer di planner 3D. Stowage.id tidak berafiliasi dengan Pelindo, operator terminal, atau pelayaran mana pun; informasi ini bersifat umum.