Demurrage adalah biaya pemakaian kontainer milik pelayaran ketika kontainer penuh tertahan di terminal melewati free time. Detention adalah biaya pemakaian kontainer setelah keluar dari terminal hingga dikembalikan kosong ke depo melewati free time. Biaya penumpukan adalah tagihan terpisah dari operator terminal untuk pemakaian lapangan. Ketiganya sering bertingkat per hari, sehingga keterlambatan beberapa hari bisa jauh lebih mahal daripada yang diperkirakan.
Tiga biaya yang sering tertukar
Untuk kontainer impor FCL, perjalanan dari kapal sampai depo kosong melewati tiga "jam argo" sekaligus:
| Biaya | Ditagih oleh | Mulai dihitung | Berhenti dihitung | Untuk apa |
|---|---|---|---|---|
| Demurrage | Pelayaran / agennya | Kontainer dibongkar dari kapal | Kontainer penuh keluar terminal (gate out) | Pemakaian kontainer di terminal |
| Detention | Pelayaran / agennya | Kontainer keluar terminal | Kontainer kosong kembali ke depo | Pemakaian kontainer di luar terminal |
| Penumpukan | Operator terminal | Kontainer ditumpuk di lapangan | Kontainer keluar terminal | Pemakaian lapangan penumpukan |
Untuk ekspor polanya mirip tetapi terbalik: detention bisa berjalan sejak kontainer kosong diambil dari depo untuk stuffing, dan penumpukan berjalan bila kontainer penuh masuk terminal terlalu awal atau kapalnya tertunda. Definisi singkatnya ada di glosarium demurrage, detention, dan free time.
Sebagian pelayaran menggabungkan demurrage dan detention dalam satu paket free time (sering disebut combined atau merged free time). Istilah dan cara hitung bisa berbeda, jadi baca syarat pada penawaran atau situs agen pelayaran.
Free time dan tarif bertingkat
Free time adalah jumlah hari tanpa biaya yang diberikan pelayaran. Lamanya bervariasi menurut pelayaran, rute, jenis kontainer (dry, reefer, special), dan kontrak; tidak ada angka standar yang berlaku umum. Setelah free time habis, tarif biasanya bertingkat: semakin lama, semakin mahal tarif per harinya. Kontainer khusus seperti reefer dan flat rack umumnya dikenai tarif lebih tinggi dan free time lebih pendek.
Hal lain yang perlu dipastikan sejak awal:
- Apakah hari bongkar dan hari libur ikut dihitung.
- Apakah tarif berlaku per kontainer per hari kalender.
- Mata uang dan kurs yang dipakai untuk tagihan.
Tarif penumpukan terminal juga sering progresif menurut lama tumpuk, dan besarnya ditetapkan operator terminal masing-masing. Periksa tarif resmi operator dan pelayaran, karena angka berubah dan berbeda antar pelabuhan.
Contoh perhitungan (tarif hipotetis)
Seluruh angka di bawah hipotetis, bukan tarif pelayaran atau terminal mana pun. Tujuannya hanya menunjukkan cara kerja tarif bertingkat.
Asumsi untuk kontainer 20' dry:
| Komponen | Hari | Tarif hipotetis per kontainer |
|---|---|---|
| Demurrage free time | Hari 1–5 | USD 0 |
| Demurrage tingkat 1 | Hari 6–10 | USD 25 per hari |
| Demurrage tingkat 2 | Hari 11–15 | USD 50 per hari |
| Demurrage tingkat 3 | Hari 16 dan seterusnya | USD 100 per hari |
| Detention free time | 4 hari setelah gate out | USD 0, lalu USD 20 per hari |
Kasus A. Tiga kontainer 20' dibongkar pada hari 1. Karena SPPB terlambat, kontainer baru keluar terminal pada hari ke-12.
- Demurrage per kontainer: 5 hari × USD 25 + 2 hari × USD 50 = USD 225.
- Tiga kontainer: USD 675.
- Setelah stripping, kontainer kosong kembali ke depo 7 hari setelah gate out: (7 − 4) × USD 20 = USD 60 per kontainer, atau USD 180 untuk tiga kontainer.
- Total biaya pemakaian kontainer: USD 855, belum termasuk penumpukan terminal.
Kasus B. Bila kontainer baru keluar pada hari ke-18, demurrage per kontainer menjadi 5 × USD 25 + 5 × USD 50 + 3 × USD 100 = USD 675, atau USD 2.025 untuk tiga kontainer. Enam hari tambahan membuat demurrage naik tiga kali lipat. Simulasikan skenario Anda di Kalkulator Demurrage.
Dokumen yang sering menunda pengeluaran
Penyebab demurrage paling umum bukan truk, melainkan dokumen. Untuk impor di Indonesia, kontainer hanya bisa keluar terminal bila dua hal beres: izin dari Bea Cukai dan izin dari pelayaran.
- SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) terbit setelah PIB diproses. Jalur hijau umumnya lebih cepat; jalur kuning memerlukan pemeriksaan dokumen dan jalur merah pemeriksaan fisik, yang bisa menambah beberapa hari. Lihat jalur pabean.
- Delivery order (DO) diterbitkan agen pelayaran setelah B/L asli diserahkan atau ada telex release/sea waybill, dan biaya lokal serta ongkos laut (bila collect) sudah dibayar.
- Izin larangan dan pembatasan (lartas) yang diurus melalui INSW. Barang yang wajib izin tetapi izinnya belum terbit akan tertahan.
- Data yang tidak cocok antara invoice, packing list, B/L, dan PIB, misalnya HS code, jumlah koli, atau berat, memicu klarifikasi.
Daftar dokumen lengkapnya ada di panduan dokumen ekspor-impor, dan daftar periksa praktis tersedia di Checklist Ekspor-Impor.
Cara menghindari demurrage dan detention
- Negosiasikan free time sebelum booking, terutama untuk impor pertama, barang lartas, atau pelabuhan yang padat. Minta dicantumkan di penawaran tertulis.
- Siapkan dokumen sebelum kapal tiba. Kirim draf PIB, invoice, dan packing list ke PPJK lebih awal, dan pastikan izin lartas sudah terbit.
- Selesaikan B/L dan biaya lokal lebih awal agar DO tidak menunggu.
- Pesan truk dan jadwal bongkar gudang sebelum SPPB terbit, sehingga kontainer bisa langsung keluar.
- Kembalikan kontainer kosong ke depo yang benar, dalam kondisi bersih, sesuai instruksi agen pelayaran.
- Pertimbangkan LCL bila volume kecil dan proses gudang Anda lambat; lihat perbedaan LCL dan FCL.
Cara memeriksa tagihan
Tagihan demurrage dan detention sebaiknya tidak langsung dibayar tanpa dicek. Langkah yang praktis:
- Cocokkan tanggal bongkar pada tagihan dengan data terminal atau pemberitahuan kedatangan.
- Cocokkan tanggal gate out dengan tanda terima keluar (misalnya EIR atau bukti gate pass) dan tanggal kembali dengan bukti penerimaan di depo kosong.
- Periksa apakah free time yang dipakai sesuai penawaran atau kontrak, termasuk tambahan yang pernah disetujui.
- Pastikan tingkat tarif dan jumlah hari per tingkat dihitung benar, serta jenis kontainer (20', 40', reefer) sesuai.
- Bila keterlambatan disebabkan pihak lain, misalnya terminal tidak bisa melayani atau kapal terlambat bongkar, tanyakan kebijakan keringanan secara tertulis.
Arsip tanggal yang rapi juga memudahkan Anda menghitung dwelling time sendiri dan memperbaiki proses untuk pengiriman berikutnya.
Kesalahan umum
- Menganggap free time dihitung dari tanggal kedatangan dokumen, padahal biasanya dari tanggal bongkar kontainer.
- Hanya memantau demurrage, lupa bahwa penumpukan terminal dan detention berjalan terpisah.
- Tidak mencatat tanggal gate out dan tanggal kembali ke depo, sehingga sulit memeriksa tagihan.
- Mengembalikan kontainer ke depo yang salah, yang bisa menimbulkan biaya tambahan.
- Tidak memasukkan risiko demurrage ke landed cost; lihat landed cost dan pajak impor.
Rencanakan dan hitung lebih awal
Gunakan Kalkulator Demurrage untuk memperkirakan biaya bila kontainer terlambat keluar, lalu cek kesiapan dokumen dengan Checklist Ekspor-Impor. Untuk memperkecil jumlah kontainer yang harus diurus, optimalkan muatan di planner 3D. Semua hasil adalah estimasi; tagihan akhir mengikuti tarif resmi pelayaran dan operator terminal.