Kontainer reefer adalah kontainer berinsulasi dengan mesin pendingin terpasang di dinding depan, dipakai untuk buah, sayur, ikan, daging, produk susu, farmasi, dan bahan kimia tertentu. Dalam katalog Stowage.id, kontainer reefer 20 feet (22R1) punya volume dalam sekitar 28,4 m³ dan 40 feet high cube reefer (45R1) sekitar 67,7 m³. Kuncinya bukan hanya ukuran, tetapi suhu muatan saat stuffing, sirkulasi udara, dan disiplin dokumen.
Ukuran kontainer reefer 20RF dan 40RF
Dinding berinsulasi dan mesin di bagian depan membuat ruang dalam reefer lebih kecil daripada kontainer dry. Bandingkan dengan ukuran kontainer 20 feet biasa yang panjang dalamnya 5.898 mm.
| Spesifikasi (nilai tipikal) | 20RF (22R1) | 40RF high cube (45R1) |
|---|---|---|
| Dimensi dalam (P × L × T) | 5.444 × 2.294 × 2.276 mm | 11.583 × 2.294 × 2.550 mm |
| Bukaan pintu (L × T) | 2.290 × 2.264 mm | 2.290 × 2.569 mm |
| Luas lantai | 12,49 m² | 26,57 m² |
| Volume dalam | 28,4 m³ | 67,7 m³ |
| Berat kosong (tare) | 3.080 kg | 4.800 kg |
| Berat kotor maksimum | 30.480 kg | 34.000 kg |
| Payload maksimum | 27.400 kg | 29.200 kg |
Angka di atas adalah nilai tipikal; selalu cek pelat CSC dan marking pintu unit yang Anda terima, karena tare dan payload berbeda antarpabrikan. Di lantai 20RF muat sekitar 9 palet 1200×1000 atau 10 palet EUR, sedangkan 40RF sekitar 20 palet 1200×1000 atau 23 palet EUR (teoretis, satu lapis).
Cara kerja sirkulasi udara di dalam reefer
Mesin reefer meniupkan udara dingin dari bawah, melalui lantai berprofil T (T-floor). Udara mengalir di celah rel lantai sepanjang kontainer, naik melewati muatan, lalu kembali ke mesin lewat ruang di atas tumpukan. Karena itu ada tiga aturan dasar:
- Jangan menutup T-floor. Palet harus menutup lantai secara merata; celah besar di lantai membuat udara "bocor" ke jalur pintas. Celah sisa sebaiknya ditutup supaya udara dipaksa melewati muatan.
- Jangan melewati garis muat merah. Garis merah di dinding samping menandai batas tinggi muatan. Ruang di atasnya adalah jalur balik udara.
- Muatan beku vs segar diperlakukan berbeda. Muatan beku umumnya ditumpuk rapat (block stow) karena hanya perlu dipertahankan suhunya. Muatan segar yang masih "bernapas", seperti buah dan sayur, perlu kemasan berventilasi dan pola tumpukan yang memberi jalur udara vertikal.
Set point, ventilasi, dan kelembapan
Set point adalah suhu yang diminta pada booking dan diprogram ke mesin. Unit modern umumnya dapat diatur sekitar −30 °C hingga +30 °C, tergantung unit; produk tertentu bisa membutuhkan unit khusus. Suhu yang tepat ditentukan oleh produk dan pembeli, bukan oleh pelayaran.
Ventilasi segar (fresh air exchange) diatur dalam m³/jam untuk membuang gas seperti etilena dan CO₂ dari buah atau sayur. Untuk muatan beku, ventilasi biasanya ditutup. Kelembapan dapat diatur pada unit yang mendukung dehumidifikasi. Ketiga parameter ini harus tertulis jelas di booking dan shipping instruction, karena kesalahan satu angka dapat merusak seluruh muatan.
Gunakan Kalkulator Reefer untuk memeriksa kapasitas dan kebutuhan dasar muatan sebelum mengajukan booking.
Pre-cooling, PTI, dan proses stuffing
Reefer mempertahankan suhu, bukan menurunkan suhu muatan dalam jumlah besar. Muatan harus sudah didinginkan ke suhu angkut di cold storage sebelum dimasukkan. Urutan kerja yang umum:
- Pre-cooling muatan di gudang berpendingin hingga mencapai suhu angkut; ukur suhu inti produk.
- Terima unit dengan PTI berlaku. PTI (pre-trip inspection) menguji mesin, sensor, dan alarm. Periksa kebersihan, bau, saluran drainase, dan karet pintu.
- Cek pengaturan unit: set point, ventilasi, kelembapan, sesuai booking.
- Stuffing cepat, idealnya dari dock berpendingin (cold chain tidak terputus). Pada banyak praktik, mesin dimatikan selama pintu terbuka agar tidak menarik udara hangat dan lembap; ikuti instruksi pelayaran.
- Tutup, segel, dan nyalakan. Catat nomor segel kontainer, suhu muatan saat stuffing, dan jam mesin dinyalakan kembali.
Pre-cooling kontainer kosong tanpa dock berpendingin justru bisa menimbulkan kondensasi saat pintu dibuka di udara tropis. Diskusikan dengan pelayaran apakah unit perlu di-pre-cool atau tidak.
Listrik, genset, dan selama perjalanan
Reefer butuh daya listrik terus-menerus. Di terminal dan kapal, unit dicolokkan ke titik reefer (reefer plug). Selama perjalanan darat, trailer membawa genset (clip-on atau underslung). Hal yang perlu Anda pastikan:
- Waktu tanpa listrik (saat pindah dari genset ke colokan terminal) sesingkat mungkin.
- Terminal memiliki slot reefer yang tersedia pada tanggal kedatangan; slot terbatas di musim ramai.
- Biaya monitoring dan listrik reefer di terminal biasanya ditagih terpisah; besarnya bervariasi, periksa tarif resmi operator atau pelayaran.
- Data logger mesin merekam suhu sepanjang perjalanan; minta unduhan data bila ada klaim.
Contoh perhitungan: ikan beku dalam 40RF
Seorang eksportir mengirim ikan beku pada palet 1200×1000 ke Jepang dengan 40RF. Datanya:
- 20 palet, masing-masing berisi karton seberat 1.100 kg, ditambah palet kayu 25 kg.
- Tinggi muatan 2.000 mm + palet 150 mm = 2.150 mm per palet.
Langkah hitung:
- Berat muatan: 20 × (1.100 + 25) = 22.500 kg. Masih di bawah payload 29.200 kg.
- Tinggi: 2.150 mm dibandingkan tinggi dalam 2.550 mm menyisakan 400 mm. Pastikan puncak tumpukan tetap di bawah garis merah unit tersebut.
- Volume terpakai: 20 × 1,2 × 1,0 × 2,15 = 51,6 m³, atau sekitar 76% dari 67,76 m³. Untuk reefer, angka di bawah 100% adalah hal wajar karena ruang di atas muatan dibutuhkan.
- Perkiraan VGM: 22.500 + tare 4.800 = 27.300 kg (ditambah dunnage bila ada), masih di bawah berat kotor maksimum 34.000 kg. Cek juga batas jalan untuk truk trailer di Indonesia.
Hasil ini simulasi. Angka resmi tetap berasal dari penimbangan atau metode yang disetujui untuk VGM; lihat panduan VGM SOLAS dan siapkan formulirnya dengan Formulir VGM.
Dokumen dan persyaratan khusus
Selain dokumen ekspor umum (invoice, packing list, B/L), muatan reefer sering membutuhkan:
- Booking dengan set point, ventilasi, dan kelembapan yang jelas.
- Sertifikat kesehatan atau phytosanitary certificate dari Badan Karantina Indonesia untuk produk hewan, ikan, atau tumbuhan, sesuai persyaratan negara tujuan.
- Catatan suhu stuffing dan nomor segel untuk keperluan klaim dan asuransi.
Lihat juga dokumen ekspor impor untuk daftar lengkapnya.
Kesalahan umum
- Memasukkan muatan yang belum dingin, berharap mesin mendinginkannya selama perjalanan.
- Menumpuk melewati garis merah atau menutup T-floor dengan karton dan plastik.
- Salah satuan suhu (°C vs °F) atau tanda minus yang hilang pada booking.
- Ventilasi terbuka untuk muatan beku, atau tertutup untuk buah yang membutuhkan pertukaran udara.
- Mengabaikan tare reefer yang lebih berat, sehingga VGM dan berat jalan terlampaui.
- Tidak menyiapkan slot listrik di depo atau terminal ketika kontainer harus menunggu.
Rencanakan muatan reefer Anda
Mulailah dengan mengecek ukuran unit di Ukuran Kontainer, lalu susun palet dan batas tinggi di Load Planner 3D agar terlihat apakah muatan berada di bawah garis merah. Rencana di planner adalah simulasi dan tidak menggantikan instruksi pelayaran, penimbangan resmi, maupun persetujuan operator.