VGM (verified gross mass) adalah berat kotor terverifikasi kontainer berisi muatan, yang wajib diserahkan shipper kepada pelayaran sebelum kontainer dimuat ke kapal. Ketentuannya berasal dari SOLAS Bab VI Regulasi 2 (diamandemen) dan berlaku sejak 1 Juli 2016. Tanpa VGM, kontainer tidak boleh dimuat. Panduan ini menjelaskan metode 1 dan 2, tanggung jawab, dan contoh hitungnya.

Mengapa VGM diwajibkan

Berat kontainer yang dideklarasikan terlalu rendah dapat menyebabkan masalah serius: tumpukan kontainer runtuh, lashing di kapal kelebihan beban, perhitungan stabilitas kapal keliru, hingga kecelakaan alat angkat di terminal. Perencana kapal menyusun stowage plan berdasarkan berat setiap kontainer, sehingga angka yang salah merambat ke seluruh rencana. Lihat juga apa itu stowage plan.

IMO menerbitkan pedoman pelaksanaannya dalam MSC.1/Circ.1475. Di Indonesia, otoritas maritim yang berwenang adalah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan. Rincian teknis seperti toleransi, prosedur metode 2, dan sanksi diatur secara nasional; periksa ketentuan terbaru Ditjen Hubla serta aturan pelayaran dan terminal setempat.

Apa saja yang termasuk dalam VGM

VGM mencakup seluruh berat yang ada di dalam dan pada kontainer:

Komponen Contoh Termasuk VGM?
Muatan Barang dan kemasan primer Ya
Kemasan dan palet Karton, peti, palet kayu Ya
Dunnage dan pengisi Balok kayu, airbag, karton pengisi Ya
Alat pengaman Lashing, strap, stretch wrap Ya
Tare kontainer Dari marking pintu atau pelat CSC Ya
Truk dan chassis Kepala truk, trailer Tidak

Tare harus diambil dari kontainer yang benar-benar dipakai. Sebagai acuan, katalog Stowage.id memakai tare tipikal 2.230 kg untuk 20GP, 3.750 kg untuk 40GP, dan 3.940 kg untuk 40HC; angka unit nyata bisa berbeda.

Metode 1 dan metode 2

Metode 1: menimbang kontainer yang sudah diisi dan disegel memakai timbangan terkalibrasi, misalnya jembatan timbang. Bila kontainer ditimbang di atas truk, berat truk dan chassis dikurangkan dari hasil timbangan.

Metode 2: menimbang semua muatan, kemasan, palet, dunnage, dan alat pengaman, lalu menambahkan tare kontainer. Metode ini cocok bagi eksportir yang melakukan stuffing di gudang sendiri dengan timbangan lantai. Metode 2 harus memakai prosedur yang tersertifikasi atau disetujui oleh otoritas nasional; estimasi atau berat dari packing list tanpa penimbangan tidak cukup.

Aspek Metode 1 Metode 2
Yang ditimbang Kontainer penuh dan tersegel Setiap komponen muatan
Alat Jembatan timbang, timbangan crane Timbangan lantai atau timbangan palet
Cocok untuk Muatan curah, muatan campuran Stuffing terencana di gudang shipper
Risiko utama Pengurangan berat truk yang salah Komponen yang terlupa

Tanggung jawab dan cut-off

Tanggung jawab VGM berada pada shipper yang tercantum di bill of lading atau sea waybill. Forwarder, depo, atau perusahaan penimbangan dapat ditunjuk untuk menimbang dan mengirimkan data, tetapi kebenarannya tetap tanggung jawab shipper. Dokumen VGM memuat nomor kontainer, berat, metode, dan nama penandatangan yang berwenang.

VGM dikirim lewat portal pelayaran, EDI, atau bersama shipping instruction sebelum batas waktu VGM. Batas ini ditentukan pelayaran dan terminal dan biasanya berdekatan dengan closing time kapal. Waktu pastinya bervariasi; selalu periksa di booking confirmation.

Alur VGM dalam praktik ekspor

Untuk kiriman FCL dari Indonesia, alur yang umum terlihat seperti ini:

  1. Booking dikonfirmasi dan pelayaran mencantumkan batas waktu VGM serta closing time.
  2. Kontainer kosong diambil dari depo; catat nomor kontainer dan tare dari marking pintu.
  3. Stuffing di gudang shipper atau di gudang forwarder. Untuk metode 2, setiap palet ditimbang sebelum masuk kontainer dan hasilnya dicatat.
  4. Penimbangan metode 1 dilakukan bila shipper memilihnya, misalnya di jembatan timbang yang dilewati truk dalam perjalanan ke pelabuhan atau di fasilitas timbang terminal.
  5. Pengiriman VGM oleh shipper atau pihak yang ditunjuk, sebelum batas waktu.
  6. Gate-in dan pemeriksaan di terminal. Sebagian terminal menimbang ulang kontainer saat masuk; bila hasilnya berbeda jauh dari VGM, kontainer dapat ditahan sampai data diperbaiki.

Simpan catatan timbangan, sertifikat kalibrasi alat, dan daftar berat per palet. Dokumen ini berguna bila terjadi selisih atau audit, dan juga membantu mengisi packing list yang konsisten dengan VGM.

Contoh perhitungan: VGM metode 2 untuk 20GP

Sebuah eksportir furnitur di Jepara melakukan stuffing 20GP di gudangnya dan menimbang semua komponen dengan timbangan lantai terkalibrasi:

  1. Muatan: 18 palet (9 di lantai, ditumpuk dua) × 40 karton × 20 kg = 14.400 kg.
  2. Palet kayu: 18 × 25 kg = 450 kg.
  3. Stretch wrap dan corner board: 18 × 1,5 kg = 27 kg.
  4. Dunnage dan alat pengaman (airbag, balok kayu): 60 kg.
  5. Subtotal muatan: 14.400 + 450 + 27 + 60 = 14.937 kg.
  6. Tare kontainer (dari marking pintu unit ini): 2.230 kg.
  7. VGM = 14.937 + 2.230 = 17.167 kg.

VGM ini jauh di bawah berat kotor maksimum 30.480 kg dan payload 28.250 kg. Sebagai pembanding, bila kontainer yang sama ditimbang dengan metode 1 di jembatan timbang dengan hasil 32.520 kg dan berat truk serta chassis 15.300 kg, VGM metode 1 adalah 17.220 kg. Selisih 53 kg (sekitar 0,31%) wajar, tetapi batas toleransi ditentukan otoritas dan terminal setempat.

Toleransi dan selisih timbangan

SOLAS tidak menetapkan satu angka toleransi internasional. Toleransi dan cara penegakannya ditentukan oleh otoritas nasional, dan dalam praktik banyak negara memakai sekitar ±5% atau batas tetap dalam kilogram. Terminal dan pelayaran juga dapat memiliki aturan sendiri. Karena itu:

  • Jangan menganggap toleransi sebagai ruang untuk memperkirakan berat; VGM harus hasil penimbangan.
  • Pastikan timbangan yang dipakai terkalibrasi dan sertifikatnya masih berlaku.
  • Bila hasil timbang ulang terminal berbeda, cari penyebabnya, misalnya tare yang salah atau palet yang tidak ditimbang, lalu perbaiki data sebelum kontainer dimuat.

Periksa ketentuan otoritas setempat dan terminal untuk angka toleransi yang berlaku.

Ingat juga batas jalan: kontainer yang lolos VGM belum tentu lolos batas berat truk dan kelas jalan. Lihat aturan ODOL.

Kesalahan umum

  • Memakai tare katalog alih-alih tare dari marking kontainer yang dipakai.
  • Melupakan palet, dunnage, atau lashing pada metode 2.
  • Memakai berat packing list yang belum ditimbang, atau berat bersih alih-alih berat kotor.
  • Salah mengurangi berat truk dan chassis pada metode 1.
  • Mengirim VGM dengan nomor kontainer salah atau setelah cut-off.
  • VGM melebihi berat kotor maksimum pada pelat CSC; kontainer harus dibongkar sebagian.

Siapkan VGM Anda

Hitung dan susun deklarasi dengan Formulir VGM, lalu cek sisa kapasitas berat dengan Kalkulator Payload Kontainer. Untuk merencanakan susunan palet dan distribusi beratnya, gunakan Load Planner 3D. Hasil alat ini adalah simulasi dan tidak menggantikan penimbangan resmi, VGM yang ditandatangani, loading computer kapal, maupun persetujuan operator.