Tanjung Priok
Jakarta Utara, DKI Jakarta
Tentang pelabuhan
Tanjung Priok di Jakarta Utara adalah gerbang peti kemas tersibuk di Indonesia dan simpul utama perdagangan luar negeri untuk Jabodetabek, Jawa Barat, serta sebagian Banten. Pembangunan pelabuhan ini dimulai pada 1877, dan sejak itu kawasannya tumbuh menjadi kompleks besar yang memuat beberapa terminal peti kemas, dermaga curah, dan dermaga kargo umum yang berdampingan.
Pengelolaan pelabuhan berada di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok, sementara terminal peti kemasnya dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda: JICT dan TPK Koja yang melibatkan Hutchison Ports, NPCT1 di Kalibaru yang merupakan usaha patungan IPC TPK dengan Mitsui, PSA, dan NYK, Terminal 3 yang dikelola IPC TPK, serta terminal MAL. Karena setiap terminal punya jadwal closing time, sistem gate, dan tarif penumpukan sendiri, eksportir sebaiknya memastikan terminal tujuan sejak booking, bukan hanya nama pelabuhannya.
Dalam sistem UN/LOCODE, IDTPP tercatat dengan fungsi terminal darat, sedangkan banyak pelayaran menulis Jakarta sebagai IDJKT dan kawasan Kalibaru memiliki kode IDCTO (New Priok Port). Cocokkan kode di booking confirmation, shipping instruction, dan dokumen kepabeanan agar tidak terjadi selisih data. Untuk muatan FCL, rencanakan stuffing dengan memperhitungkan VGM dan antrean truk menuju gate yang sering padat pada jam sibuk.
Terminal
-
JICT (Jakarta International Container Terminal)
Operator: Grup Pelindo bersama Hutchison Ports
Terminal peti kemas internasional
Sumber: pelindotpk.co.id -
TPK Koja
Operator: KSO Pelindo dan PT Hutchison Ports Indonesia
Terminal peti kemas internasional
Sumber: tpkkoja.co.id -
NPCT1 (New Priok Container Terminal One), Kalibaru
Operator: Usaha patungan IPC TPK, Mitsui, PSA dan NYK
Terminal peti kemas di kawasan Kalibaru
Sumber: nyk.com -
Terminal 3 Tanjung Priok
Operator: IPC TPK (anak usaha Pelindo Terminal Petikemas)
Sumber: industri.kontan.co.id -
Terminal MAL (Mustika Alam Lestari)
Operator: PT Mustika Alam Lestari, anak usaha PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk
Sumber: industri.kontan.co.id
Data & statistik
| Indikator | Tahun | Nilai | Sumber |
|---|---|---|---|
| Arus peti kemas | 2025 | 8,3 juta TEU | Lloyd's List — One Hundred Container Ports 2026 |
| Arus peti kemas | 2024 | 7,83 juta TEU | Lloyd's List — One Hundred Container Ports 2026 |
TEU = twenty-foot equivalent unit.
Forwarder & vendor yang melayani pelabuhan ini
Belum ada vendor terdaftar untuk pelabuhan ini. Daftarkan perusahaan Anda
Stowage.id mempertemukan pengguna dan vendor; kontrak layanan antara pengguna dan vendor.
Panduan terkait
Pelabuhan Utama Indonesia untuk Kontainer: Daftar, Kode UN/LOCODE, dan Terminal
Daftar pelabuhan kontainer utama Indonesia, dari Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, hingga Makassar, lengkap dengan kode UN/LOCODE, terminal, dan pola hub-feeder.
5 menit bacaCara Memilih Pelabuhan Muat: Kriteria, Biaya, dan Contoh Perbandingan
Kriteria memilih pelabuhan muat untuk ekspor, mulai biaya trucking, frekuensi kapal, direct call, closing time, depo, kongesti, reefer, OOG, hingga layanan Bea Cukai.
5 menit bacaHitung muatan sebelum mengirim lewat Tanjung Priok
Gunakan 3D Planner gratis untuk mengatur peti kemas atau truk, lalu minta penawaran forwarder.
Buka 3D PlannerSimulasi perencanaan muatan. Bukan pengganti penimbangan resmi, VGM, loading computer kapal, atau persetujuan operator.
Sumber data
- Kode dan fungsi lokasi: UN/LOCODE, UNECE
- Lloyd's List — One Hundred Container Ports 2026 (2025) — lloydslist.com
- JICT (Jakarta International Container Terminal) — pelindotpk.co.id
- TPK Koja — tpkkoja.co.id
- NPCT1 (New Priok Container Terminal One), Kalibaru — nyk.com
- Terminal 3 Tanjung Priok — industri.kontan.co.id
- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok — situs resmi — pelindo.co.id
Data dapat berubah. Periksa sumber resmi sebelum mengambil keputusan.