Restow adalah gerakan crane yang tidak menghasilkan pendapatan: kontainer diangkat bukan karena sampai tujuan, tetapi karena menghalangi kontainer lain. Setiap restow menambah waktu sandar, biaya terminal, dan risiko kerusakan. Panduan ini menjelaskan penyebab restow, cara menghitungnya di bay plan, dan cara mengurangi jumlahnya dengan perencanaan multi-port. Dasar penyusunan rencana ada di cara menyusun bay plan kapal kontainer.
Apa yang dimaksud restow
Ada dua bentuk restow (sering disebut shifting):
- Shifting on board: kontainer dipindah ke slot lain di kapal yang sama, di bay yang sama atau berbeda.
- Shifting via quay: kontainer diturunkan ke dermaga, lalu dimuat kembali setelah kontainer di bawahnya dibongkar.
Keduanya umumnya membutuhkan dua gerakan crane per kontainer. Terminal biasanya membedakan tarif keduanya. Dalam pesan BAPLIE dan laporan terminal, kontainer restow tercatat dengan posisi lama dan posisi barunya, sehingga pelabuhan berikutnya tahu letak terkini.
Penyebab restow
| Penyebab | Contoh | Pencegahan |
|---|---|---|
| Overstow urutan POD | Kontainer Bitung di atas kontainer Makassar dalam satu stack | Blok per pelabuhan bongkar, pelabuhan terdekat di atas |
| Tutup palka (hatch cover overstow) | Palka berisi muatan Surabaya, dek di atasnya berisi muatan Makassar | Muatan dek harus turun di pelabuhan yang sama atau lebih awal dari muatan palka di bawahnya |
| Booking terlambat atau berubah | Muatan susulan dimuat di slot yang tersisa, atau tujuan kontainer diubah | Cadangkan slot untuk muatan susulan dalam rencana multi-port |
| Perubahan rotasi | Pelabuhan dilewati atau urutan singgah ditukar | Rencana ulang segera dari BAPLIE terbaru |
| Berat dan stabilitas | VGM berbeda dari booking sehingga batas stack terlampaui, atau GM perlu diperbaiki | Gunakan VGM, sisakan margin berat stack |
| Muatan khusus | Konflik segregasi DG ditemukan terlambat, soket reefer rusak | Periksa DG dan reefer sebelum rencana final |
Mengapa restow mahal
Biaya restow bukan hanya tarif per gerakan. Yang ikut terpengaruh:
- Waktu crane. Sebagai ilustrasi, bila satu crane bekerja sekitar 25 gerakan per jam, 22 gerakan tambahan memakan hampir satu jam crane.
- Waktu sandar dan jadwal. Keterlambatan di satu pelabuhan dapat merambat ke seluruh rotasi.
- Pembukaan palka tambahan. Setiap pembukaan tutup palka berarti gerakan crane tanpa muatan.
- Risiko kerusakan dan kesalahan. Setiap angkatan tambahan membuka peluang benturan, kerusakan lashing, atau kontainer salah posisi.
- Kerja ulang perencanaan. Planner terminal dan kapal harus memperbarui rencana dan memeriksa ulang stabilitas.
Contoh: menghitung restow di satu bay
Contoh ilustratif. Satu bay kecil berisi 3 row palka × 3 tier dan 3 row dek × 2 tier, dengan satu tutup palka. Kapal selesai muat di pelabuhan A, lalu singgah B → C → D. Huruf di tabel adalah pelabuhan bongkar.
Rencana 1 (tanpa memperhatikan urutan):
| Tier | Row 02 | Row 00 | Row 01 |
|---|---|---|---|
| 84 (dek) | D | C | D |
| 82 (dek) | C | B | D |
| Tutup palka | — | — | — |
| 06 (palka) | B | C | D |
| 04 (palka) | C | B | D |
| 02 (palka) | D | C | B |
Di pelabuhan B ada muatan B di palka, sehingga tutup palka harus dibuka:
- Dek: lima kontainer non-B (C dan D) harus dipindah. Kontainer B di row 00 tier 82 dibongkar.
- Palka row 02: B di atas, langsung dibongkar, 0 restow.
- Palka row 00: satu C di atas B, 1 restow.
- Palka row 01: dua D di atas B, 2 restow.
Total di B: 8 restow, atau sekitar 16 gerakan tambahan, untuk membongkar hanya 4 kontainer. Bila kontainer restow dikembalikan ke stack yang sama, di C masih ada 3 restow lagi karena tiga kontainer D di dek menghalangi pembukaan palka. Totalnya 11 restow, dan palka dibuka di B, C, dan D.
Rencana 2 (blok POD yang benar), dengan 15 kontainer yang sama:
| Tier | Row 02 | Row 00 | Row 01 |
|---|---|---|---|
| 84 (dek) | B | B | B |
| 82 (dek) | C | C | B |
| Tutup palka | — | — | — |
| 06 (palka) | C | C | C |
| 04 (palka) | D | D | D |
| 02 (palka) | D | D | D |
Di B, palka tidak perlu dibuka dan keempat kontainer B ada di atas. Di C, dua C di dek dibongkar, palka dibuka, dan tiga C di palka ada di atas. Di D, sisanya dibongkar. Hasilnya nol restow dan palka hanya dibuka dua kali.
| Ukuran | Rencana 1 | Rencana 2 |
|---|---|---|
| Restow di B | 8 | 0 |
| Restow di C | 3 | 0 |
| Gerakan crane tambahan | sekitar 22 | 0 |
| Pembukaan palka | 3 | 2 |
Catatan: rencana 2 menaruh semua muatan D di dasar palka. Bila kontainer D ringan dan kontainer B berat, stabilitas atau batas berat stack di dek bisa menjadi masalah. Inilah keseimbangan yang harus dicari planner.
Rencana multi-port dan optimizer
Restow di contoh di atas mudah dihindari karena semua muatan sudah diketahui. Dalam praktik, kapal memuat di banyak pelabuhan, dan muatan B, C, dan D belum semuanya ada saat kapal meninggalkan A. Karena itu rencana yang baik melihat seluruh rotasi, bukan satu pelabuhan:
- Cadangan slot per POD. Slot di bay tertentu disisihkan untuk muatan yang diperkirakan naik di pelabuhan berikutnya, berdasarkan perkiraan dari pelayaran.
- Aturan tutup palka. Muatan yang akan naik di B untuk tujuan jauh diarahkan ke palka atau bay lain agar tidak menghalangi pembukaan palka di C.
- Optimizer. Masalah stowage kontainer sangat kombinatorial, sehingga perangkat lunak memakai algoritma optimasi untuk menyeimbangkan banyak tujuan sekaligus: meminimalkan restow dan pembukaan palka, meratakan kerja crane, dan tetap memenuhi stabilitas, kekuatan, berat stack, DG, dan reefer.
- Tinjauan manusia. Hasil optimizer tetap diperiksa planner, karena ada pertimbangan operasional yang tidak selalu tertangkap model.
Pendalamannya ada di perencanaan stowage multi-port. Untuk memeriksa urutan POD dari data nyata, buka BAPLIE di penampil BAPLIE; jarak dan urutan pelabuhan bisa dicek dengan kalkulator jarak pelabuhan.
Daftar periksa praktis untuk planner
- Urutkan rotasi dan beri kode warna setiap POD sebelum mengisi slot.
- Periksa setiap stack dari bawah ke atas: urutan pelabuhan tidak boleh mundur.
- Untuk setiap tutup palka, cocokkan POD paling awal di palka dengan POD paling akhir di dek di atasnya.
- Hitung restow per pelabuhan, bukan hanya di pelabuhan berikutnya.
- Sisakan slot cadangan untuk muatan susulan di bay yang tidak menghalangi palka.
- Setelah restow terjadi, kirim BAPLIE terbaru agar pelabuhan berikutnya merencanakan dari posisi yang benar.
Peran STOWAGE.ID
STOWAGE.ID Vessel Stowage menghitung overstow dan restow per pelabuhan untuk kapal kontainer, membandingkan alternatif rencana, dan menjalankan optimizer multi-port dari darat. Alat ini adalah pendukung perencanaan dan keputusan; loading computer kapal yang disetujui klas dan buku stabilitas tetap menjadi acuan resmi untuk stabilitas dan kekuatan. Anda dapat mencoba alurnya di demo.