Visibilitas anjungan (bridge visibility atau line of sight) adalah salah satu batasan yang paling sering membatasi tinggi tumpukan kontainer di dek, terutama di bay depan. Kapal bisa saja masih punya slot, GM yang cukup, dan lashing yang memenuhi syarat, tetapi satu tier tambahan di bay paling depan membuat nakhoda tidak bisa melihat permukaan laut cukup dekat di depan haluan. Panduan ini menjelaskan konsep aturan SOLAS, geometri garis pandang, dan cara memeriksanya saat menyusun stowage plan.

Konsep aturan SOLAS V/22

SOLAS Bab V Regulasi 22 mengatur visibilitas anjungan untuk kapal dengan panjang tertentu (umumnya kapal 55 m ke atas yang dibangun setelah aturan ini berlaku). Inti aturannya, dengan kata-kata kami sendiri:

  • Jarak buta di depan haluan. Dari posisi conning, permukaan laut tidak boleh tertutup lebih dari dua kali panjang kapal atau 500 m di depan haluan, mana yang lebih kecil, dalam sektor sekitar 10° ke kiri dan kanan dari arah depan. Syarat ini berlaku untuk semua kondisi sarat, trim, dan muatan dek.
  • Sektor buta akibat muatan. Penghalang di luar ruang kemudi, seperti tumpukan kontainer, crane, atau lashing bridge, hanya boleh menimbulkan sektor buta yang sempit. Ada batas lebar tiap sektor buta, total lebar semua sektor, dan lebar minimum sektor bebas di antaranya.
  • Medan pandang horizontal. Dari posisi conning harus ada pandangan yang luas ke depan dan ke samping hingga sedikit di belakang arah melintang kapal.

Angka rinci tiap sektor dan definisi panjang kapal harus dibaca langsung di teks SOLAS terbaru dari IMO atau di dokumen kapal. Hal yang paling penting bagi planner adalah frasa "semua kondisi muatan dek": tanggung jawab memenuhi aturan tidak berhenti di tahap desain, tetapi ikut ditentukan oleh rencana muat setiap pelayaran.

Geometri garis pandang: segitiga sebangun

Bayangkan garis lurus dari mata pengamat di anjungan yang menyentuh sudut atas tumpukan kontainer paling kritis, lalu diteruskan sampai ke permukaan laut. Titik sentuh di air itulah batas pandang.

Notasinya:

  • H = tinggi mata di atas permukaan air (m)
  • h = tinggi puncak tumpukan di atas permukaan air (m)
  • d = jarak horizontal dari mata ke tepi depan tumpukan (m)
  • D = jarak horizontal dari mata ke titik sentuh di air (m)

Dari segitiga sebangun, D / H = d / (H − h), sehingga D = d × H / (H − h). Jarak buta di depan haluan adalah D dikurangi jarak dari mata ke haluan.

Rumus ini menunjukkan dua hal. Pertama, saat h mendekati H, penyebut mengecil dan D membesar dengan cepat, sehingga satu tier tambahan berpengaruh besar. Kedua, tumpukan yang lebih jauh ke depan (d besar) lebih berbahaya daripada tumpukan setinggi sama yang dekat anjungan. Karena itu periksa setiap bay dek, termasuk forecastle dan peralatan di haluan, lalu ambil nilai D terbesar.

Contoh hitung (kapal ilustratif)

Kapal feeder kontainer fiktif, panjang menurut aturan 145 m, anjungan di belakang. Batas jarak buta = lebih kecil dari 2 × 145 = 290 m dan 500 m, yaitu 290 m. Mata di posisi conning berada 120 m di belakang haluan. Tepi depan tumpukan di bay paling depan berada 20 m di belakang haluan, jadi d = 100 m.

Kasus H (m) h (m) H − h (m) D (m) Jarak buta di depan haluan (m) Hasil
A. Dasar, even keel 30,0 22,0 8,0 375 255 Memenuhi (sisa 35 m)
B. Tambah 1 tier (2,59 m) 30,0 24,59 5,41 555 435 Tidak memenuhi
C. Trim 1,4 m by the stern 29,5 22,5 7,0 421 301 Tidak memenuhi (lebih 11 m)
D. Tenggelam rata 1,0 m 29,0 21,0 8,0 363 243 Memenuhi

Penjelasan kasus C: LCF dianggap berada 70 m di belakang haluan, sehingga mata 50 m di belakang LCF dan tumpukan 50 m di depan LCF. Perubahan trim 1,4 m pada LBP 140 m memberi kemiringan 0,01. Mata turun 50 × 0,01 = 0,5 m dan puncak tumpukan naik 0,5 m. Selisih H − h berkurang 1,0 m, dan kapal yang semula memenuhi menjadi tidak memenuhi. Pembahasan trim lengkap ada di panduan trim dan draft kapal; Anda bisa menghitung perubahan trim dengan kalkulator draft & trim.

Kasus D sering mengejutkan: kapal yang lebih dalam dengan tumpukan sama justru sedikit lebih baik, karena garis pandang tidak berubah kemiringannya tetapi mata lebih dekat ke air. Kondisi yang kritis biasanya justru sarat ringan dengan banyak kontainer kosong bertumpuk tinggi.

Pengaruh tinggi tumpukan dan jenis kontainer

Tinggi tumpukan ditentukan oleh jumlah tier dan tipe kontainer. Kontainer standar setinggi 8'6" (2,59 m), sedangkan high cube 9'6" (2,90 m). Empat high cube lebih tinggi sekitar 1,2 m daripada empat kontainer standar, hampir setara setengah tier. Lihat juga ukuran kontainer.

Beberapa praktik planner untuk menjaga line of sight:

  • Simpan kontainer high cube dan tumpukan tertinggi di bay dekat anjungan, bukan di bay paling depan.
  • Gunakan tabel visibilitas kapal (bila ada di loading manual) yang memberi tinggi tumpukan maksimum per bay untuk kombinasi sarat dan trim tertentu.
  • Rencanakan ballast agar trim akhir tidak terlalu by the stern; trim by the stern ringan sering dibutuhkan untuk propeller, jadi carilah kompromi dengan mualim I.
  • Periksa row terluar juga, karena sektor 10° ke kiri dan kanan bisa terhalang tumpukan sisi.

Posisi slot dan tier dijelaskan di panduan menyusun bay plan kapal kontainer dan istilah bay-row-tier.

Kaitan dengan air draft

Air draft adalah tinggi titik tertinggi kapal di atas permukaan air, termasuk tumpukan kontainer, tiang, dan antena. Rumus sederhananya: air draft = tinggi titik tertinggi di atas lunas − sarat di posisi itu. Air draft penting saat melewati jembatan, kabel udara, atau di bawah crane terminal tertentu.

Visibilitas dan air draft sama-sama dipengaruhi tinggi tumpukan, tetapi arah pengaruh sarat berbeda. Sarat ringan menaikkan air draft (lebih sulit lewat bawah jembatan) dan sedikit memperburuk jarak buta. Sarat dalam menurunkan air draft. Karena itu periksa keduanya di setiap kondisi keberangkatan dan bila perlu di tengah pelayaran, misalnya setelah konsumsi bahan bakar mengubah trim. Lihat istilah draft untuk definisi sarat.

Cara memeriksanya dalam perencanaan

Di STOWAGE.ID Vessel Stowage, pemeriksaan line of sight dihitung dari tinggi tumpukan tiap bay, sarat, dan trim kondisi rencana, lalu ditandai bila mendekati batas. Fitur ini adalah alat perencanaan dan pendukung keputusan di darat. Acuan resmi tetap loading computer kapal yang disetujui kelas dan stability booklet, serta penilaian mualim I dan nakhoda. Untuk gambaran alur kerja kapal kontainer, lihat stowage kapal kontainer.