Tongkang deck cargo ukuran 180 sampai 330 kaki adalah tulang punggung angkutan laut di Indonesia. Tongkang membawa batu bara dari Kalimantan, nikel dan alat berat ke Sulawesi dan Maluku, serta modul proyek ke lokasi tanpa dermaga besar. Karena tidak bermesin dan ditarik kapal tunda, tongkang punya pertimbangan stowage sendiri yang berbeda dari kapal kargo biasa.

Konsep dasar stabilitas dijelaskan di panduan dasar stabilitas kapal untuk planner. Di sini kami fokus pada tongkang datar (flat-top) dan tongkang batu bara.

Ukuran tongkang yang umum

Ukuran tongkang di Indonesia biasa disebut dalam kaki. Angka di tabel ini adalah kisaran kasar dan ilustratif; kapasitas sebenarnya bergantung pada desain, lambung timbul (freeboard), dan sertifikat garis muat tiap tongkang.

Ukuran Dimensi kasar (P × L × T) Kapasitas muat kasar
180 ft ± 55 × 15 × 3,7 m ± 1.500–2.000 t
230 ft ± 70 × 21 × 4,3 m ± 3.000–4.000 t
270 ft ± 82 × 24 × 5,0 m ± 5.000–6.000 t
300 ft ± 91 × 24–27 × 5,5 m ± 7.000–8.000 t
330 ft ± 100 × 30 × 6,0 m ± 10.000–12.000 t

Perkiraan cepat untuk tongkang tertentu bisa dicoba di kalkulator kapasitas tongkang, dan susunan muatan di dek bisa digambar dengan visualisasi tongkang.

Beban dek dan zona

Dek tongkang dirancang menahan beban merata dalam ton per meter persegi (t/m²). Kekuatannya tidak sama di semua titik. Area di atas sekat memanjang, sekat melintang, dan gading besar (web frame) jauh lebih kuat daripada pelat di antara penegar. Karena itu dek sebaiknya dibagi menjadi zona:

  • Zona tengah di atas sekat memanjang tengah, cocok untuk muatan terberat.
  • Zona sisi di dekat lambung, kuat di atas sekat sisi tetapi lebih terpengaruh oleng.
  • Zona ujung di dekat haluan dan buritan, sering lebih lemah dan lebih banyak terkena air laut.

Beban titik dari kaki atau tumpuan muatan harus disebar dengan dunnage kayu atau grillage baja, dan sebaiknya jatuh di atas sekat atau gading besar. Pemeriksaan cepat tersedia di kalkulator beban dek, dan prinsipnya dibahas di panduan kekuatan dek dan tank top.

CoG, trim, dan oleng tongkang datar

Target pusat gravitasi gabungan muatan biasanya:

  • Memanjang: dekat titik tengah atau LCF, dengan hasil akhir sedikit trim ke buritan agar tongkang stabil arahnya saat ditarik.
  • Melintang: di garis tengah, agar tongkang tidak oleng permanen.
  • Vertikal: serendah mungkin, terutama untuk modul tinggi yang juga menambah luas bidang angin.

Tongkang lebar dan dangkal sehingga BM (≈ B²/12T untuk bentuk kotak) sangat besar dan GM awal bisa puluhan meter. Oleng akibat muatan sedikit ke samping memang kecil, tetapi itu tidak berarti aman di semua kondisi. Lambung timbul, sudut tepi dek tercelup, beban angin pada muatan tinggi, dan kurva GZ lengkap tetap harus diperiksa terhadap kriteria stabilitas yang berlaku untuk tongkang tersebut.

Contoh hitung: CoG gabungan dan tekanan dek

Contoh ilustratif tongkang 270 ft fiktif, didekati sebagai kotak: P 82 m, L 24 m, lightship 1.200 t dengan LCG di tengah dan KG 3,0 m. Jarak memanjang diukur dari tengah tongkang (+ ke haluan), jarak melintang dari garis tengah (+ ke kanan).

Muatan Berat (t) LCG (m) TCG (m) VCG (m)
A: trafo + grillage 180 −10,0 0,0 7,3
B: modul 1 150 +12,0 +5,0 7,0
C: modul 2 150 +12,0 −5,0 7,0
D: pipa dan perlengkapan 120 −22,0 +1,5 6,0
Total muatan 600 −1,40 +0,30 6,89

Momen memanjang −1.800 + 1.800 + 1.800 − 2.640 = −840 t·m, jadi LCG muatan 1,40 m ke belakang tengah. Momen melintang +750 − 750 + 180 = +180 t·m, jadi TCG 0,30 m ke kanan. Gunakan kalkulator CoG gabungan untuk muatan yang lebih banyak.

Sarat dan trim. TPC ≈ 82 × 24 × 1,025 / 100 = 20,2 t/cm. Sarat lightship 0,60 m, muatan 600 t menambah sekitar 29,7 cm, sehingga sarat rata-rata ± 0,89 m pada displasemen 1.800 t. Untuk bentuk kotak, BML ≈ L²/12T = 628 m dan MTC ≈ 1.800 × 628 / (100 × 82) ≈ 138 t·m/cm. Perubahan trim = 840 / 138 ≈ 6 cm ke buritan, dibagi rata karena LCF di tengah: sarat belakang ± 0,92 m, sarat depan ± 0,86 m.

Oleng. KB ≈ 0,45 m, BM ≈ 24² / (12 × 0,89) ≈ 53,8 m, sehingga KM ≈ 54,3 m. KG gabungan = (1.200 × 3,0 + 600 × 6,89) / 1.800 ≈ 4,30 m, jadi GM ≈ 50 m. Sudut oleng: tan θ = 180 / (1.800 × 50) = 0,002, atau sekitar 0,1°. Kecil, tetapi tetap koreksi bila memungkinkan.

Tekanan dek. Trafo 174 t dengan dasar 6,0 × 2,5 m (15 m²) memberi 11,6 t/m², di atas batas zona contoh 10 t/m². Grillage 6 t yang menyebar beban ke 8,0 × 5,0 m (40 m²) menurunkannya menjadi 180 / 40 = 4,5 t/m². Anggapan sebar merata ini hanya berlaku bila grillage cukup kaku dan bertumpu di atas sekat atau gading besar; untuk muatan berat, mintalah pemeriksaan dari naval architect.

Sea-fastening dan dunnage

Sea-fastening menahan muatan terhadap gaya akibat oleng, angguk (pitch), dan naik-turun (heave) selama penarikan. Gaya rancangan diturunkan dari kriteria gerak yang disepakati dengan pemilik, penjamin, atau marine warranty surveyor. Pedoman marine warranty yang banyak dipakai memberi kriteria gerak bawaan untuk tongkang yang berbeda menurut ukurannya; pakailah angka dari pedoman yang berlaku untuk proyek itu.

Bentuk sea-fastening yang umum: stopper baja yang dilas ke dek, rantai atau sling dengan turnbuckle, dan bracing untuk muatan tinggi. Dunnage kayu menambah gesekan dan menyebar beban, tetapi jangan diandalkan sebagai satu-satunya penahan geser. Perhitungan awal bisa dicoba dengan kalkulator sea-fastening. Untuk kapal kargo, metode penilaian pengikatan mengacu pada CSS Code dan Cargo Securing Manual kapal.

Batu bara vs project cargo

Batu bara dimuat curah di tongkang berdinding sisi, biasanya dengan conveyor di jetty atau dengan alat muat di sungai. Muatan perlu diratakan agar beban tersebar dan tongkang tidak trim atau oleng berlebihan. Muatan diukur dengan draft survey. Batu bara tercantum di IMSBC Code dengan bahaya seperti pemanasan sendiri dan pelepasan gas metana, sehingga ventilasi, pemantauan suhu, dan pemadatan tumpukan ikut diperhatikan.

Project cargo di tongkang datar mengikuti contoh di atas: beban titik, grillage, sea-fastening, stabilitas, dan sering kali persetujuan marine warranty surveyor sebelum berangkat.

Kapal tunda dan penarikan

  • Bollard pull kapal tunda harus cukup untuk ukuran tongkang, muatan, dan cuaca di rute.
  • Perlengkapan tunda: bridle, tali tunda utama, tali darurat, dan titik ikat yang sesuai.
  • Bidang angin: muatan tinggi menambah beban angin dan mengurangi visibilitas.
  • Dokumen: surat persetujuan berlayar dari syahbandar dan sertifikat garis muat tongkang.

STOWAGE.ID Vessel Stowage membantu menyusun dan menghitung rencana stowage tongkang dari darat, termasuk CoG gabungan dan tekanan dek per zona. STOWAGE.ID adalah alat perencanaan dan pendukung keputusan di darat; buku stabilitas, gambar konstruksi tongkang, dan persetujuan surveyor tetap menjadi acuan resmi.