Langsung ke konten

Panduan stowage kargo

Stowage kontainer reefer: suhu, daya, dan pemantauan

Reefer membawa kargo bernilai tinggi yang rusak bila suhu menyimpang. Slot berplug, set point yang benar, dan pemantauan di kapal sama pentingnya dengan urutan POD.

Kontainer reefer memiliki unit pendingin terpasang yang menjaga suhu kargo selama perjalanan, baik kargo chilled seperti buah, sayur, dan obat, maupun kargo frozen seperti ikan, udang, dan daging. Di Indonesia, reefer penting untuk hasil perikanan dan distribusi pangan antarpulau.

Unit reefer menjaga suhu, bukan mendinginkan kargo yang masih hangat. Karena itu kargo harus sudah didinginkan sebelum stuffing, dan kontainer menjalani pre-trip inspection (PTI) di depot. Set point, satuan suhu, ventilasi, dan kelembapan harus sama di booking, instruksi pengirim, unit, dan data EDI yang diterima kapal.

Di kapal, reefer hanya bisa ditempatkan di slot berplug, dan total konsumsi daya dibatasi kapasitas generator. Kapal feeder dan tongkang tanpa plug memakai genset clip-on atau power pack. Kru memantau suhu dan alarm secara berkala atau melalui remote monitoring sampai kontainer diserahkan di pelabuhan tujuan.

Karakteristik kargo

ParameterRentang umum
Ukuran20 ft dan 40 ft high cube; tare lebih berat dari dry container sehingga payload lebih kecil
Rentang set pointUmumnya ±−30 °C sampai +30 °C; chilled ±−1 °C sampai +15 °C, frozen −18 °C atau lebih dingin
DayaPlug 380/440 V 3-fase; beberapa kW per unit, tertinggi saat pull-down
Ventilasi dan kelembapanFresh air exchange (m³/jam) dan humidity setting untuk kargo chilled yang masih bernapas
PTIPre-trip inspection unit oleh depot atau teknisi sebelum stuffing
Data EDISuhu dan status reefer dibawa di BAPLIE dan dipakai untuk alokasi slot berplug

Prinsip stowage & securing

Hanya di slot berplug

Reefer aktif ditempatkan di slot dengan plug, dan jumlah total dibatasi plug serta daya generator. Slot berplug yang tersisa dicadangkan untuk pelabuhan berikutnya.

Akses ke unit

Sisi unit pendingin harus bisa dijangkau kru untuk memeriksa layar, alarm, dan perbaikan. Reefer di dek sering lebih mudah dipantau daripada di palka.

Jauh dari sumber panas

Hindari posisi dekat sekat kamar mesin, tangki bahan bakar berpemanas, dan kontainer DG yang tidak boleh berdekatan dengan sumber panas atau listrik.

Set point dan data

Set point dari booking dicocokkan dengan data BAPLIE dan pembacaan unit saat muat. Perbedaan dilaporkan sebelum kapal berangkat.

Pemantauan berkala

Suhu supply dan return serta alarm dicatat berkala atau lewat remote monitoring. Waktu tanpa daya saat pindah dari terminal ke kapal dibatasi.

Genset di tongkang dan feeder

Bila kapal tidak punya plug, genset clip-on atau power pack disiapkan dengan bahan bakar cukup untuk seluruh pelayaran ditambah cadangan.

Cek sebelum muat

  1. PTI masih berlaku dan unit berfungsi

    Mengapa penting: Unit yang gagal di laut sulit diperbaiki dan kargo bisa rusak.

  2. Set point dan satuan (°C/°F) sesuai booking

    Mengapa penting: Salah satuan atau tanda minus adalah penyebab klasik klaim reefer.

  3. Ventilasi dan kelembapan sesuai instruksi

    Mengapa penting: Kargo chilled yang bernapas butuh pertukaran udara yang tepat.

  4. Kargo sudah didinginkan sebelum stuffing

    Mengapa penting: Unit reefer menjaga suhu, bukan menurunkan suhu kargo yang hangat.

  5. Jumlah plug dan daya kapal untuk seluruh rotasi

    Mengapa penting: Reefer dari pelabuhan berikutnya juga butuh slot berplug.

  6. VGM tersedia

    Mengapa penting: Kontainer tanpa VGM menurut SOLAS VI/2 tidak boleh dimuat.

  7. Bahan bakar genset untuk pelayaran tanpa plug

    Mengapa penting: Genset kehabisan bahan bakar berarti kargo tanpa pendingin.

Risiko yang sering terjadi

  • Set point salah atau satuan tertukar antara °C dan °F.
  • Reefer ditempatkan di slot tanpa plug atau melebihi kapasitas daya.
  • Kargo hangat di-stuffing sehingga suhu tidak pernah tercapai.
  • Unit tidak terjangkau kru untuk pemantauan dan perbaikan.
  • Waktu tanpa daya terlalu lama saat transshipment atau di dermaga.
  • Genset di tongkang kehabisan bahan bakar di tengah pelayaran.

Pertanyaan umum

Apa itu pre-trip inspection (PTI)?

PTI adalah pemeriksaan unit reefer sebelum dipakai: fungsi kompresor, sensor, alarm, dan kemampuan mencapai suhu tertentu. Kontainer dengan PTI yang valid lebih kecil kemungkinannya gagal di tengah pelayaran.

Mengapa reefer sering ditempatkan di dek?

Banyak kapal memiliki plug lebih banyak di dek, dan unit di dek lebih mudah dipantau serta diperbaiki. Reefer di palka membutuhkan ventilasi palka yang cukup untuk membuang panas kondensor.

Apakah STOWAGE.ID mengatur set point atau memantau reefer?

Tidak. Planner mengalokasikan reefer ke slot berplug, mengecek jumlah plug, dan menampilkan suhu dari data EDI. Modul container dirilis bertahap, dan cek stabilitasnya adalah perencanaan di darat; loading computer kapal yang disetujui kelas tetap acuan resmi.

Panduan umum untuk edukasi. Ikuti Cargo Securing Manual kapal, instruksi pengirim, dan arahan surveyor.

Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.

Plan Cargo. Balance Vessel. Sail Safer.

Lihat Vessel Stowage dengan kapal Anda

Jadwalkan demo dengan data kapal Anda, atau mulai uji coba dengan kapal demo.

Uji coba 14 hari untuk paket berbayar, mulai dengan kapal demo berdata sintetis.