Kendaraan diangkut dengan kapal Ro-Ro, feri Ro-Pax, PCTC, dan LCT, serta di dalam kontainer atau di atas flat rack. Muatannya beragam, dari mobil penumpang, pikap, dan truk logistik sampai trailer dan bus. Setiap unit menempati panjang lajur dan memberi beban sumbu yang harus sesuai batas dek dan ramp.
Di feri antarpulau, truk sering membawa muatan melebihi berat yang dilaporkan. Selisih itu memengaruhi beban sumbu, KG, dan sarat. Penimbangan di pelabuhan dan pencatatan berat aktual membuat rencana lajur dan cek stabilitas lebih andal.
Pengamanan kendaraan mengikuti Cargo Securing Manual kapal, CSS Code, dan pedoman IMO untuk kendaraan jalan di kapal Ro-Ro. Kendaraan listrik dan kendaraan yang membawa bahan bakar atau barang berbahaya memerlukan penempatan khusus dan akses pemadaman yang baik.
Karakteristik kargo
| Parameter | Rentang umum |
|---|---|
| Berat | Mobil ±1–2,5 t; truk ringan ±3–8 t; truk berat dan trailer ±15–40+ t |
| Panjang | Mobil ±4–5 m; truk dan trailer ±8–17 m; ditambah jarak antar kendaraan |
| Tinggi | Mobil ±1,5–2 m; truk boks ±3,5–4,2 m |
| Beban sumbu | Truk berat sering ±8–12 t per sumbu; dicek terhadap batas dek dan ramp |
| Titik lashing | Lashing eye pada sasis; jumlah dan kekuatan mengikuti standar kendaraan dan pedoman IMO |
| Bahaya | Bahan bakar dan baterai; kendaraan dapat tergolong DG menurut IMDG Code (UN 3166, UN 3171) |
Prinsip stowage & securing
Lajur per pelabuhan
Kendaraan dikelompokkan per pelabuhan tujuan dan ditempatkan di lajur yang mengarah ke ramp keluar. Kendaraan berat diarahkan ke dek bawah.
Rem, gigi, dan mesin
Rem tangan aktif, gigi masuk atau posisi parkir, mesin mati, dan kunci ditangani sesuai prosedur kapal sebelum lashing.
Lashing simetris
Lashing dipasang berpasangan dari titik lashing kendaraan ke deck socket, dengan sudut efektif terhadap dek. Jumlahnya mengikuti berat kendaraan dan Cargo Securing Manual.
Chock dan trestle
Truk berat dan trailer diberi chock roda. Trailer tanpa kepala ditopang trestle agar beban tidak hanya pada kaki penopangnya.
Jarak untuk akses
Jarak samping dan depan-belakang disisakan agar kru dapat berjalan, memasang lashing, dan menjangkau kendaraan saat terjadi kebakaran.
Kendaraan listrik dan DG
Kendaraan listrik dan kendaraan dengan barang berbahaya ditempatkan di area yang diizinkan, dekat sarana pemadaman, sesuai kebijakan kapal.
Cek sebelum muat
-
Berat aktual dan beban sumbu (penimbangan)
Mengapa penting: Berat yang tidak dideklarasikan menggeser KG dan bisa melampaui batas dek atau ramp.
-
Tinggi dan lebar terhadap tinggi bebas lajur
Mengapa penting: Truk boks tinggi tidak bisa masuk dek dengan dek gantung yang rendah.
-
Titik lashing kendaraan ada dan utuh
Mengapa penting: Tanpa titik lashing, kru terpaksa mengikat ke komponen yang tidak dirancang menahan gaya.
-
Kebocoran bahan bakar dan oli
Mengapa penting: Cairan di dek kendaraan menambah risiko kebakaran dan licin.
-
Status kendaraan listrik atau DG
Mengapa penting: Menentukan area penempatan dan dokumen yang diperlukan.
-
Rem dan kondisi ban
Mengapa penting: Rem yang lemah membuat kendaraan bergerak walaupun sudah di-lashing.
-
Urutan lajur sesuai rotasi pelabuhan
Mengapa penting: Kendaraan yang salah lajur memaksa kendaraan lain dipindah di pelabuhan.
Risiko yang sering terjadi
- Truk kelebihan muatan menggeser KG dan beban sumbu di luar rencana.
- Kendaraan tidak di-lashing pada pelayaran pendek lalu bergeser.
- Lashing diikat ke bumper atau komponen suspensi yang tidak dirancang.
- Kendaraan terlalu rapat sehingga pemadaman kebakaran sulit.
- Kendaraan listrik ditempatkan jauh dari sarana pemadaman.
- Trailer tanpa kepala hanya bertumpu pada kaki penopang dan ambruk.
Pertanyaan umum
Bagaimana menghitung lane meter untuk truk?
Lane meter dihitung dari panjang kendaraan ditambah jarak ke kendaraan berikutnya di lajur yang sama. Truk 12 m dengan jarak 0,5 m memakai sekitar 12,5 lane meter; lebar lajur menentukan apakah kendaraan lebar memakan dua lajur.
Apakah kendaraan termasuk barang berbahaya?
Kendaraan berbahan bakar atau bertenaga baterai dapat diklasifikasikan sebagai DG menurut IMDG Code, dengan ketentuan khusus untuk kapal Ro-Ro. Ikuti kebijakan kapal dan edisi IMDG Code yang berlaku untuk penempatan dan dokumennya.
Apakah STOWAGE.ID menggantikan perhitungan stabilitas feri?
Tidak. Hasil lajur, beban sumbu, dan stabilitas adalah perencanaan di darat, dan modul Ro-Ro dirilis bertahap. Loading computer kapal yang disetujui kelas dan stability booklet tetap acuan resmi.
Panduan umum untuk edukasi. Ikuti Cargo Securing Manual kapal, instruksi pengirim, dan arahan surveyor.
Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.