Langsung ke konten

Panduan stowage kargo

Stowage steel coil: dunnage, chock, dan pengamanan

Steel coil kecil volumenya tetapi sangat berat, berbentuk silinder, dan mudah menggelinding. Stowage yang benar menyebarkan beban ke tank top dan mengunci setiap baris agar tidak bergerak saat oleng.

Steel coil adalah lembaran baja yang digulung, baik hot-rolled, cold-rolled, maupun galvanis. Kargo ini umum di kapal general cargo, MPP, dan kapal curah ukuran Handysize sampai Supramax, serta di tongkang untuk rute pendek. Karena stowage factor-nya rendah, palka mencapai batas berat jauh sebelum volumenya terisi.

Coil berat biasanya dimuat dengan eye horizontal dan sumbu sejajar panjang kapal, sehingga coil cenderung menggelinding ke samping saat oleng dan harus ditahan dengan chock, wedge, dan locking coil. Coil yang lebih ringan atau sempit kadang dikirim dengan eye vertical di atas palet. Prinsip pengamanannya diuraikan dalam CSS Code, termasuk lampiran khusus untuk coil baja.

Selain pergeseran, ancaman utama adalah air dan kondensasi. Baja dingin yang dibawa ke perairan hangat dan lembap dapat berkeringat sehingga muncul karat. Palka harus kering, ventilasi diatur berdasarkan titik embun, dan dunnage tidak boleh basah.

Karakteristik kargo

ParameterRentang umum
Berat per coil±5–30 t; hot-rolled umumnya ±10–25 t, cold-rolled sering lebih ringan
DimensiDiameter luar ±1–2,2 m; lebar ±0,6–2 m
OrientasiEye horizontal fore-and-aft (eye to bow) untuk coil berat; eye vertical (eye to sky) untuk coil ringan di atas palet
Stowage factorRendah, sekitar ±0,3–0,6 m³/t termasuk dunnage
Beban ke strukturBeban garis atau titik besar; perlu dunnage melintang untuk menyebarkan ke tank top
KepekaanAir, kondensasi, dan kerusakan tepi; cold-rolled dan galvanis paling sensitif

Prinsip stowage & securing

Baris di atas dunnage

Coil diletakkan rapat dalam baris melintang di atas dua jalur dunnage atau lebih. Dunnage menyebarkan beban dan menaikkan gesekan dibanding baja di atas baja.

Chock dan wedge

Coil di ujung baris dan coil yang tidak bersentuhan ditahan dengan wedge kayu di kedua sisi. Celah di tengah baris diisi atau diganjal agar baris tidak bisa bergerak.

Lapis kedua dan locking coil

Coil lapis kedua diletakkan di lekukan antara dua coil di bawahnya. Locking coil menutup baris sehingga seluruh baris saling mengunci.

Lashing baris

Baris yang terbuka di bagian belakang atau samping diikat dengan steel band atau wire ke struktur kapal sesuai Cargo Securing Manual.

Gesekan dan percepatan

Gaya melintang dari olengan dibandingkan dengan gesekan dan kapasitas lashing memakai metode CSS Code. Baja di atas baja yang basah hampir tidak memberi gesekan.

Di kontainer dan flat rack

Coil di kontainer atau flat rack memakai cradle atau saddle kayu, diikat ke titik lashing, dan beratnya didistribusikan sesuai batas lantai kontainer.

Cek sebelum muat

  1. Berat, diameter, dan lebar setiap coil dari packing list

    Mengapa penting: Menentukan jumlah coil per baris, beban tank top, dan lapis yang diizinkan.

  2. Batas beban tank top per palka

    Mengapa penting: Beban garis coil bisa melampaui batas walaupun berat total palka masih aman.

  3. Palka kering, bersih, dan got (bilge) berfungsi

    Mengapa penting: Air sisa dan kotoran menyebabkan karat dan mengurangi gesekan dunnage.

  4. Dunnage, wedge, dan steel band cukup dan kering

    Mengapa penting: Kekurangan material membuat baris tidak terkunci dan pengamanan diimprovisasi.

  5. Rencana ventilasi berdasarkan titik embun

    Mengapa penting: Ventilasi yang salah justru memasukkan udara lembap dan memicu cargo sweat.

  6. GM akhir dan periode oleng

    Mengapa penting: Muatan baja yang rendah membuat kapal kaku dengan percepatan tinggi yang membebani pengamanan.

  7. Urutan bongkar dan SWL crane

    Mengapa penting: Coil untuk pelabuhan pertama harus terjangkau dan setiap angkatan berada dalam SWL.

Risiko yang sering terjadi

  • Coil menggelinding dan menghantam lambung karena baris tidak dikunci.
  • Tank top melendut akibat beban garis tanpa dunnage yang cukup.
  • Karat karena kondensasi palka atau dunnage basah.
  • Kapal terlalu kaku sehingga olengan keras merusak pengamanan.
  • Coil eye vertical terguling karena palet atau ikatan lemah.
  • Tepi coil rusak karena sling atau forklift yang tidak sesuai.

Pertanyaan umum

Kapan coil dimuat eye vertical?

Eye vertical umumnya dipakai untuk coil ringan atau sempit yang dikirim di atas palet, termasuk di dalam kontainer. Coil berat dan lebar hampir selalu dimuat eye horizontal karena lebih stabil dan beban tersebar sepanjang dunnage.

Berapa lapis coil yang boleh ditumpuk?

Jumlah lapis bergantung pada berat coil, kekuatan tank top, dan instruksi pengirim. Coil berat sering hanya satu atau dua lapis; nilai pastinya dihitung dari batas beban palka dan Cargo Securing Manual kapal.

Apakah hasil STOWAGE.ID untuk coil sudah menjadi perhitungan resmi?

Tidak. Cek beban dek dan stabilitas adalah perencanaan di darat. Cargo Securing Manual, loading computer kapal yang disetujui kelas, dan stability booklet tetap acuan resmi.

Panduan umum untuk edukasi. Ikuti Cargo Securing Manual kapal, instruksi pengirim, dan arahan surveyor.

Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.

Plan Cargo. Balance Vessel. Sail Safer.

Lihat Vessel Stowage dengan kapal Anda

Jadwalkan demo dengan data kapal Anda, atau mulai uji coba dengan kapal demo.

Uji coba 14 hari untuk paket berbayar, mulai dengan kapal demo berdata sintetis.