Kapal kontainer adalah kapal sel: di dalam palka, cell guide menahan kontainer secara vertikal sehingga tidak perlu lashing, sedangkan kontainer di atas tutup palka diamankan dengan twistlock, lashing rod, dan turnbuckle. Setiap posisi dinyatakan dengan kode bay–row–tier, dan seluruh pertukaran data dengan terminal serta pelayaran memakai pesan EDI seperti BAPLIE dan MOVINS.
Di Indonesia, armada kontainer domestik didominasi kapal feeder berukuran kecil sampai menengah yang melayani rotasi multi-port antarpulau. Banyak di antaranya geared, yaitu memakai crane kapal karena tidak semua pelabuhan memiliki gantry. Kondisi ini membuat urutan POD, restow, dan waktu crane menjadi penentu biaya yang sama pentingnya dengan jumlah TEU yang dimuat.
Dari sisi stabilitas, kapal kontainer cenderung memiliki KG tinggi karena muatan dek bisa mencapai lima tier atau lebih. Planner harus menjaga GM di atas minimum, trim yang wajar, visibilitas anjungan sesuai SOLAS V/22, serta shear force dan bending moment dalam batas, sambil tetap memenuhi batas berat stack dari data lashing kapal.
Ukuran & karakteristik umum
| Parameter | Rentang umum |
|---|---|
| Kelas ukuran (generik) | Feeder < ±3.000 TEU; Panamax lama ±3.000–5.100 TEU; Neo-Panamax ±10.000–15.000 TEU; ULCV > ±15.000 TEU |
| Kapal domestik tipikal | Sering ±100–1.800 TEU, sebagian geared dengan crane kapal |
| Sistem posisi | Bay ganjil 20 ft, genap 40 ft; row dari centreline (genap ke kiri, ganjil ke kanan); tier palka 02, 04…, dek 82, 84… |
| Tutup palka | Umumnya pontoon lift-away; sebagian kecil desain hatchless |
| Reefer | Plug umumnya 440 V 3-fase; jumlah plug dan daya generator membatasi muatan reefer |
| Batas berat stack | Per bay/row untuk 20 dan 40 ft, terpisah untuk palka dan dek (data kapal) |
| Sarat tipikal | Feeder ±6–9 m; mainline besar hingga ±16 m |
Rentang umum untuk kelas kapal, bukan data kapal tertentu. Untuk perencanaan, pakai data stability booklet dan capacity plan kapal Anda.
Ruang muat & cara memodelkannya
Palka sel
Slot di dalam palka dibatasi cell guide dan tinggi tier maksimum. Setiap slot dimodelkan dengan ukuran yang diizinkan (20/40/45 ft), batas tinggi high cube, dan berat stack per row.
Dek di atas tutup palka
Muatan dek diamankan dengan lashing sesuai Cargo Securing Manual. Jumlah tier dibatasi berat stack, gaya lashing, dan garis pandang anjungan.
Slot reefer berplug
Hanya posisi dengan colokan listrik yang menerima reefer aktif. Model kapal mencatat lokasi dan jumlah plug per bay.
Posisi OOG dan khusus
Flat rack dan open top berukuran lebih (OOG) memakan slot di sebelah atau di atasnya. Posisi yang boleh menerima DG ditandai per bay.
Tangki ballast dan bahan bakar
Isi tangki menentukan displacement, KG, dan free surface. Kondisi tangki per pelabuhan menjadi bagian dari hitungan stabilitas.
Aturan stowage umum
Urutan POD
Kontainer untuk pelabuhan berikutnya tidak boleh berada di bawah kontainer untuk pelabuhan sesudahnya. Pelanggaran urutan berarti restow dan waktu crane tambahan.
Berat di bawah, ringan di atas
Kontainer berat ditempatkan di tier bawah dan di palka untuk menurunkan KG. Batas berat stack per row tetap harus dipatuhi, termasuk untuk stack campuran 20 dan 40 ft.
Kompatibilitas slot
20 ft di slot 40 ft hanya bila kapal mengizinkan, 45 ft hanya di posisi yang dirancang untuknya, dan tinggi high cube dicek terhadap batas tier atau tutup palka.
Stabilitas dan visibilitas
GM, trim, heel, SF/BM, serta garis pandang anjungan diperiksa untuk setiap kondisi keberangkatan dan kedatangan, bukan hanya di akhir bay plan.
VGM dan barang berbahaya
Hanya kontainer dengan VGM sesuai SOLAS VI/2 yang boleh dimuat. Kontainer DG mengikuti segregasi dan kategori stowage dari IMDG Code edisi berlaku.
Kesalahan & risiko yang sering terjadi
- Berat aktual jauh berbeda dari berat deklarasi sehingga stack weight dan GM melenceng.
- Stack dek terlalu tinggi dan berat sehingga gaya lashing melebihi kapasitas.
- Restow berantai karena urutan POD dibuat tanpa memperhitungkan pelabuhan sesudahnya.
- Reefer ditempatkan di slot tanpa plug atau melebihi kapasitas daya kapal.
- Kapal terlalu kaku (GM sangat besar) sehingga olengan keras membebani lashing.
- Kontainer DG ditempatkan dekat sumber panas atau tanpa segregasi yang cukup.
Pertanyaan umum
Apa beda bay ganjil dan genap?
Bay ganjil menandai posisi kontainer 20 ft, sedangkan bay genap dipakai untuk kontainer 40 ft yang menempati dua bay 20 ft berurutan. Konvensi ini dipakai di BAPLIE dan di kebanyakan bay plan.
Mengapa GM yang terlalu besar juga berbahaya?
GM besar membuat periode oleng pendek dan percepatan tinggi. Percepatan itu membebani twistlock dan lashing rod, sehingga stack dek bisa runtuh walaupun stabilitas utuh terpenuhi.
Apakah hasil stabilitas STOWAGE.ID bisa menggantikan loading computer kapal?
Tidak. Hasil engine adalah perencanaan dan pendukung keputusan di darat. Loading computer kapal yang disetujui kelas dan stability booklet tetap menjadi acuan resmi sebelum berangkat.
Kapan Container Stowage Planner tersedia?
Modul kapal kontainer adalah gelombang kedua setelah Barge, LCT, dan General Cargo, dan fiturnya dirilis bertahap, termasuk impor BAPLIE dan MOVINS.
Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.