Lashing kontainer di kapal adalah sistem yang menahan stack kontainer terhadap gaya olengan, anggukan, angin, dan ombak. Artikel ini membahas sisi kapal: peralatan, batas berat stack, gaya yang bekerja, dan cara perencana memeriksanya. Prinsip umum pengikatan muatan, termasuk di dalam kontainer dan di atas truk, ada di panduan lashing dan securing muatan.

Peralatan lashing kontainer

Peralatan Fungsi Lokasi umum
Twistlock (manual, semi-otomatis, otomatis penuh) Mengunci sudut kontainer, menahan gaya angkat dan geser Antar-tier di dek, fondasi dek
Midlock / stacking cone Menahan geser antar-tier Di palka dengan cell guide, posisi 20 kaki
Lashing rod (panjang dan pendek) Menahan racking dan terguling Stack dek, dari dek atau lashing bridge
Turnbuckle Mengencangkan lashing rod Pangkal rod di dek atau bridge
Bridge fitting Menghubungkan stack bersebelahan di tier atas Tier atas stack dek (pada sebagian kapal)
Lashing bridge Platform agar rod dapat dipasang ke tier lebih tinggi Antar-bay di kapal besar
Cell guide Rel vertikal penahan kontainer Palka kapal kontainer seluler

Di palka kapal kontainer seluler, cell guide menahan kontainer sehingga lashing rod umumnya tidak dipakai. Di dek, twistlock dan rod bekerja bersama. Lashing bridge memungkinkan rod dipasang ke sudut bawah tier ketiga atau keempat, sehingga stack tinggi lebih tertahan.

Batas berat stack dan kekuatan kontainer

Setiap posisi stack memiliki batas berat total (stack weight) dari Cargo Securing Manual, misalnya untuk stack 20 kaki dan 40 kaki di dek dan di palka. Batas itu dipengaruhi kekuatan tutup palka atau tank top, kekuatan corner post kontainer, dan pola lashing.

Kekuatan kontainer sendiri tertera di CSC plate: beban tumpuk yang diizinkan dan beban uji racking. Kontainer menurut nilai minimum lama ISO dirancang untuk beban tumpuk 192.000 kg di atasnya pada 1,8 g dan uji racking 150 kN, tetapi banyak kontainer baru memiliki nilai lebih tinggi.

Contoh stack dek 40 kaki (ilustrasi): batas stack 90 t. Rencana awal lima tier dari bawah ke atas 28 t, 26 t, 18 t, 12 t, dan 8 t, total 92 t, melampaui batas 2 t. Kontainer 8 t di tier teratas dipindahkan ke stack lain sehingga total menjadi 84 t. Selain total, lashing software juga sering membatasi berat tier atas, karena kontainer berat di atas memperbesar gaya pada lashing dan corner post. Berat yang dipakai harus VGM; siapkan datanya dengan formulir VGM.

Gaya dari olengan dan anggukan

Kapal yang oleng memberi percepatan melintang pada stack. Percepatan bertambah dengan jarak dari sumbu oleng, sehingga tier atas dan row terluar paling terbebani. Anggukan (pitch) menambah percepatan vertikal, terbesar di bay paling depan dan paling belakang. Angin pada stack tinggi dan ombak yang naik ke dek menambah beban.

Periode oleng dapat diperkirakan dengan rumus pendekatan T ≈ 0,8 × B ÷ √GM (B lebar kapal dalam meter). Untuk kapal ilustrasi dengan B = 32,2 m:

  • GM 1,5 m: T ≈ 25,8 ÷ 1,22 ≈ 21 detik, olengan lambat dan lembut.
  • GM 4,0 m: T ≈ 25,8 ÷ 2,0 ≈ 13 detik, olengan cepat dengan percepatan lebih besar.

GM yang lebih besar memang menambah stabilitas, tetapi gaya lashing ikut naik. Keseimbangan ini dibahas di panduan tinggi metasentris GM, dan GM kondisi muat dapat diperiksa dengan kalkulator GM dasar.

Cargo Securing Manual dan lashing software

SOLAS mewajibkan kapal membawa Cargo Securing Manual (CSM) yang disetujui otoritas bendera atau kelas. Untuk kapal kontainer, CSM memuat pola lashing per bay, batas berat stack, kekuatan kerja maksimum (MSL) setiap peralatan, serta cara pemeriksaan dan perawatannya. Prinsipnya mengacu pada CSS Code.

Kapal kontainer modern memakai lashing software sebagai bagian dari loading computer. Program ini menghitung gaya pada lashing, twistlock, dan corner post untuk setiap stack berdasarkan berat, tinggi, posisi, dan GM. Kelas menyetujui program semacam ini berdasarkan aturannya dan persyaratan IACS terkait, termasuk UR C6 untuk lashing software. Stack yang melewati batas ditandai, lalu perencana memindahkan kontainer, menurunkan berat tier atas, atau mengubah pola lashing.

High cube, 45 kaki, dan stack campuran

  • High cube (9'6"). Tinggi 2.896 mm, sekitar 305 mm lebih tinggi dari kontainer standar. Stack menjadi lebih tinggi, titik beratnya naik, dan luas yang terkena angin bertambah. Bila high cube berada di tier yang di-lashing, panjang dan sudut rod berubah, sehingga rod yang sesuai harus dipakai.
  • 45 kaki. Umumnya ditempatkan di dek di atas stack 40 kaki, memakai sudut tambahan pada posisi 40 kaki. Ujungnya menggantung melewati stack di bawah dan tidak bisa masuk cell guide 40 kaki biasa.
  • Campuran 20 dan 40 kaki. Kontainer 40 kaki di atas dua kontainer 20 kaki lazim bila disetujui. Kontainer 20 kaki di atas 40 kaki umumnya tidak boleh karena tidak ada tumpuan di tengah.
  • Visibilitas anjungan. Stack tinggi di depan anjungan dibatasi aturan line of sight; lihat panduan visibilitas anjungan.

Parametric rolling dan cuaca buruk

Parametric rolling terjadi di ombak dari depan atau belakang ketika periode papasan ombak sekitar setengah periode oleng alami kapal dan panjang gelombang mendekati panjang kapal. Perubahan bentuk garis air saat puncak dan lembah ombak melewati kapal mengubah stabilitas secara berirama, dan olengan bisa membesar dalam beberapa siklus. Kapal kontainer dan pengangkut mobil dengan flare besar di haluan dan buritan yang lebar paling rentan. Pedoman IMO MSC.1/Circ.1228 tentang menghindari situasi berbahaya di cuaca buruk membantu nakhoda menilai haluan dan kecepatan. Pola lashing yang memenuhi syarat pun dapat terlampaui pada olengan seekstrem ini.

Kesalahan umum perencanaan

  • Menaruh kontainer berat di tier atas karena tiba terlambat di terminal, lalu baru menyadari stack melewati batas saat lashing software dijalankan.
  • Menganggap semua kontainer setinggi 8'6", padahal high cube mengubah tinggi stack, panjang rod, dan beban angin.
  • Memakai berat booking, bukan VGM, sehingga gaya yang dihitung lebih kecil dari kenyataan.
  • Mengabaikan row terluar di bay depan, posisi dengan percepatan dan beban ombak terbesar.
  • Menghitung lashing hanya untuk kondisi berangkat, padahal GM berubah setelah bunker dan ballast terpakai selama pelayaran.

Pemeriksaan sebelum berangkat

Di pelayaran kontainer domestik Indonesia, kapal feeder sering singgah di banyak pelabuhan dengan waktu sandar singkat, sehingga lashing dibuka dan dipasang berulang kali. Pemeriksaan praktis:

  • Semua twistlock terkunci, termasuk yang semi-otomatis; twistlock rusak diganti, bukan dipakai.
  • Rod terpasang di titik yang benar sesuai pola dan tinggi kontainer.
  • Turnbuckle kencang tetapi tidak berlebihan, dan mur pengunci terpasang.
  • Kontainer yang beratnya tidak sesuai VGM dilaporkan ke perencana.

Perencana di darat dapat membuka data stowage dengan penampil BAPLIE, memeriksa susunan dengan kalkulator stowage kontainer, dan menyusun bay dengan panduan cara menyusun bay plan kapal kontainer. Modul STOWAGE.ID Vessel Stowage membantu menyiapkan dan memeriksa rencana dari darat sebagai pendukung keputusan; loading computer dan lashing software kapal yang disetujui kelas, CSM, dan buku stabilitas tetap menjadi acuan resmi.