Langsung ke konten

Solusi stowage · Kapal LCT

Software stowage plan kapal LCT

Susun muatan kapal LCT untuk alat berat tambang, truk BBM, material proyek, dan logistik antarpulau. Urutan naik turun lewat rampa haluan, beban sumbu di rampa dan dek, serta draft dan trim untuk beaching dicek pada setiap perubahan. Modul LCT termasuk gelombang pertama peluncuran.

Gelombang rilis 1Plan Cargo. Balance Vessel. Sail Safer.

Vessel Planner · Kapal demo Ilustrasi
  • Urutan bongkar sesuai ramp
  • CoG kargo dekat target
  • Stabilitas & kekuatan dihitung engine deterministik
Ilustrasi dengan kapal & data contoh fiktif — bukan hasil perhitungan stabilitas. Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.

Masalah yang diselesaikan

Urutan bongkar terbalik

Di LCT, kendaraan yang naik terakhir turun pertama. Urutan yang salah memaksa alat berat dipindah di dek sempit saat kapal sudah beaching.

Beban rampa dan sumbu tidak dicek

Ekskavator dan truk bermuatan bisa melebihi batas rampa atau beban dek per sumbu. Angka ini jarang dihitung sebelum kendaraan naik.

Trim beaching ditentukan di lapangan

Draft haluan yang terlalu dalam membuat rampa tidak mencapai pantai. Mengatur ballast dan posisi kargo baru di lokasi membuang waktu air pasang.

Dipakai oleh: Operator dan nakhoda LCTLogistik site tambangKontraktor proyek di pulau terpencilMarine superintendentFreight forwarder alat berat

Yang dimodelkan

  • Well deck terbuka dengan zona beban (t/m²) dan batas beban sumbu
  • Rampa haluan dengan batas beban dan sudut
  • Lajur kendaraan dan jarak bebas ke dinding sisi
  • Tangki ballast haluan dan buritan, BBM, dan air tawar
  • Titik lashing untuk kendaraan dan kargo lepas

Yang dicek setiap gerakan

  • Beban rampa

    Berat kendaraan dan beban sumbu terberat dibandingkan batas rampa saat kendaraan melintas naik atau turun.

  • Beban sumbu dan dek

    Beban per sumbu atau per tapak track dibandingkan batas dek per zona; alat berat dengan track memakai luas tapak nyata.

  • Urutan naik turun

    Kargo untuk titik bongkar pertama ditempatkan paling dekat rampa; arah hadap kendaraan dicatat agar bisa turun tanpa berputar.

  • Draft dan trim beaching

    Draft haluan dan buritan dihitung untuk kondisi tiba, lalu dibandingkan target draft haluan yang dimasukkan untuk lokasi beaching.

  • Stabilitas

    GM, heel, dan kriteria stabilitas yang berlaku untuk kapal dihitung dari hidrostatik dan KN yang diimpor, termasuk koreksi permukaan bebas tangki.

  • Jarak bebas dan lashing

    Jarak antar kendaraan dan ke dinding sisi dicek agar ada ruang lashing, akses kru, dan jalur evakuasi.

Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.

Alur kerja

  1. Modelkan LCT

    Mulai dari template LCT, isi dimensi, well deck, zona beban, rampa, dan tangki, lalu impor hidrostatik dari stability booklet.

  2. Masukkan kendaraan dan kargo

    Catat berat, dimensi, jarak dan beban sumbu, serta titik bongkar setiap unit; data spesifikasi pabrikan bisa diimpor dari Excel.

  3. Susun urutan dan posisi

    Tempatkan unit di lajur sesuai urutan bongkar; panel kanan menampilkan draft, trim, GM, dan peringatan beban rampa atau dek.

  4. Cek kondisi tiba dan setujui

    Periksa trim untuk beaching di setiap titik bongkar, atur ballast bila perlu, lalu kirim ke nakhoda untuk disetujui.

Keluaran

  • Denah well deck dengan urutan dan arah kendaraan (PDF)
  • Daftar muat per titik bongkar
  • Tabel beban sumbu terhadap batas rampa dan dek
  • Kondisi berangkat dan tiba: draft, trim, GM

Contoh skenario

Ilustrasi — kapal fiktif, bukan studi kasus pelanggan

LCT contoh 60 m ke dua titik beaching

Situasi

Ilustrasi dengan LCT fiktif 60 m yang membawa 2 ekskavator 20 t, 3 truk tangki BBM, 1 motor grader, dan material pondasi ke dua titik beaching di pulau berbeda.

Langkah di planner

  1. 01Planner memasukkan beban sumbu dari spesifikasi pabrikan; satu truk tangki bermuatan penuh mendekati batas rampa dan diberi peringatan.
  2. 02Unit untuk titik pertama ditempatkan paling dekat rampa, unit titik kedua di belakang, semuanya menghadap rampa.
  3. 03Kondisi tiba titik pertama menunjukkan draft haluan di atas target; ballast haluan dikurangi sehingga trim bertambah ke buritan.
  4. 04Setelah bongkar di titik pertama, kondisi leg berikutnya dihitung ulang dan tetap memenuhi kriteria.

Hasil

Hasil ilustrasi: tidak ada unit yang harus dipindah di lokasi, draft haluan di bawah target di kedua titik, dan semua beban sumbu di bawah batas.

Ilustrasi dengan kapal & data contoh fiktif — bukan hasil perhitungan stabilitas. Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.

Lihat dengan data kapal Anda

Video demo menyusul. Sementara itu kami jadwalkan demo langsung memakai kapal demo atau data kapal Anda.

Pertanyaan umum

Apakah LCT dan tongkang memakai modul yang sama?

Keduanya memakai inti yang sama (Vessel Builder, kargo, voyage, constraint, stabilitas). Modul LCT menambah rampa, lajur kendaraan, urutan naik turun, dan pengecekan trim beaching.

Bagaimana dengan voyage ke beberapa pulau?

Voyage bisa berisi rotasi beberapa titik bongkar. Kondisi setiap leg dihitung berurutan setelah bongkar muat di titik sebelumnya, jadi stabilitas terlihat di setiap leg.

Apakah perhitungan ini menggantikan stability booklet LCT?

Tidak. Hasilnya adalah perencanaan darat dan pendukung keputusan. Stability booklet dan loading computer yang disetujui kelas tetap acuan resmi bagi nakhoda.

Bisakah dipakai di lokasi tanpa sinyal?

Plan bisa ditinjau di kapal dalam mode offline dan disinkronkan ketika kembali online, dengan deteksi konflik bila ada perubahan dari kantor.

Tipe kapal lain

Plan Cargo. Balance Vessel. Sail Safer.

Lihat Vessel Stowage dengan kapal Anda

Jadwalkan demo dengan data kapal Anda, atau mulai uji coba dengan kapal demo.

Uji coba 14 hari untuk paket berbayar, mulai dengan kapal demo berdata sintetis.