Langsung ke konten

Panduan tipe kapal

Kapal general cargo: palka, tween deck, dan kargo campur

Kapal general cargo membawa kargo yang beragam bentuk dan beratnya dalam satu pelayaran. Kuncinya adalah memanfaatkan volume palka tanpa melanggar kekuatan struktur, separasi, dan urutan bongkar.

Rencanakan General cargo & breakbulk di Vessel Stowage
Vessel Planner · Kapal demo Ilustrasi
Ilustrasi dengan kapal & data contoh fiktif — bukan hasil perhitungan stabilitas. Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.

Kapal general cargo memiliki satu sampai empat palka, sering dilengkapi tween deck yang membagi palka menjadi lower hold dan ruang di atasnya. Kargo dimuat sebagai satuan terpisah: palet, bundel baja, coil, karung, peti, mesin, hingga kendaraan. Banyak kapal membawa crane atau derrick sendiri sehingga bisa bekerja di pelabuhan dengan fasilitas terbatas.

Di perairan Indonesia, kapal general cargo antarpulau menjadi tulang punggung distribusi semen, baja, material proyek, dan barang konsumsi ke pelabuhan kecil. Rotasinya sering multi-port, sehingga kargo harus disusun agar setiap pelabuhan bisa membongkar tanpa memindahkan kargo milik pelabuhan lain.

Tantangan utama planner adalah kombinasi kargo padat dan kargo bervolume. Baja dengan stowage factor rendah cepat mencapai batas berat sebelum palka penuh, sedangkan kargo ringan memenuhi volume sebelum kapal mencapai sarat. Rencana yang baik mencampur keduanya sambil menjaga beban tank top, hatch cover, GM, dan trim.

Ukuran & karakteristik umum

ParameterRentang umum
Ukuran umumAntarpulau ±1.000–8.000 DWT; general cargo/MPP laut lepas ±5.000–20.000 DWT
Palka1–4 palka, sering dengan tween deck tetap atau pontoon
Crane/derrickUmumnya ±20–60 t SWL per unit; cek sertifikat dan diagram outreach
Kekuatan tank topPer palka sesuai gambar kapal; jauh lebih tinggi dari batas di atas tutup palka
Stowage factor kargoDari ±0,3 m³/t (baja) hingga > 3 m³/t (kargo ringan bervolume)
Sarat tipikalKapal antarpulau ±3–7 m

Rentang umum untuk kelas kapal, bukan data kapal tertentu. Untuk perencanaan, pakai data stability booklet dan capacity plan kapal Anda.

Ruang muat & cara memodelkannya

Lower hold

Ruang terbesar untuk kargo berat dan padat. Dimodelkan sebagai denah 2D berskala dengan batas beban tank top per m² dan tinggi bebas.

Tween deck

Dek antara untuk kargo ringan atau yang harus dibongkar lebih dulu. Batas bebannya lebih rendah dari tank top dan harus dicek terpisah.

Dek cuaca dan tutup palka

Kargo dek seperti kendaraan, pipa, atau peti besar membebani tutup palka. Batas beban hatch cover dan kebutuhan lashing dicatat per panel.

Area kerja crane

Outreach dan SWL crane menentukan bagian palka yang bisa dijangkau dengan aman, terutama untuk kargo berat di sudut palka.

Aturan stowage umum

  • Beban terdistribusi dan titik

    Kargo berat diletakkan di atas dunnage agar beban tersebar dan tidak melampaui batas t/m² tank top. Beban titik dari kaki mesin atau coil perlu perhatian khusus.

  • Urutan bongkar

    Kargo untuk pelabuhan pertama ditempatkan paling mudah dijangkau, di tween deck atau bagian atas palka, tanpa menumpuk di atas kargo pelabuhan lain.

  • Separasi dan kompatibilitas

    Kargo yang bisa saling merusak, misalnya kargo basah dengan kargo yang sensitif lembap, atau kargo berbau dengan bahan pangan, dipisahkan.

  • Pengamanan sesuai CSS Code

    Kargo diamankan dengan lashing, chock, dan dunnage sesuai Cargo Securing Manual kapal, mempertimbangkan gaya ke samping saat oleng.

  • Stabilitas dan trim

    Kombinasi kargo padat di bawah dan ringan di atas dikontrol agar GM tidak terlalu kecil maupun terlalu besar, dengan trim ringan ke buritan saat berangkat.

Kesalahan & risiko yang sering terjadi

  • Beban tank top terlampaui karena kargo berat diletakkan tanpa dunnage yang cukup.
  • Kargo pelabuhan pertama tertimbun kargo pelabuhan berikutnya.
  • Kargo bergeser saat oleng karena chock dan lashing tidak memadai.
  • Kerusakan kargo akibat kondensasi palka (ship sweat atau cargo sweat).
  • Kargo dek melebihi batas beban hatch cover.
  • Crane dipakai mendekati SWL tanpa memperhitungkan outreach dan heel kapal.

Pertanyaan umum

Apa itu broken stowage?

Broken stowage adalah volume palka yang tidak terisi karena bentuk kargo, dunnage, atau celah di sekitar struktur. Nilainya bervariasi menurut jenis kargo dan diperhitungkan saat menaksir kapasitas palka.

Bagaimana memilih tank top atau tween deck untuk kargo berat?

Kargo berat umumnya ditempatkan di lower hold karena tank top lebih kuat dan KG lebih rendah. Tween deck dipakai bila kargo harus dibongkar lebih dulu dan bebannya masih di bawah batas tween deck.

Apakah STOWAGE.ID mendukung kapal general cargo?

Ya, General Cargo dan Breakbulk termasuk gelombang pertama bersama Barge dan LCT. Hasil stabilitasnya adalah perencanaan di darat; loading computer kapal yang disetujui kelas dan stability booklet tetap acuan resmi.

Shore-side planning & decision support. Loading computer kapal yang disetujui kelas tetap menjadi acuan resmi.

Plan Cargo. Balance Vessel. Sail Safer.

Lihat Vessel Stowage dengan kapal Anda

Jadwalkan demo dengan data kapal Anda, atau mulai uji coba dengan kapal demo.

Uji coba 14 hari untuk paket berbayar, mulai dengan kapal demo berdata sintetis.